Bupati Sebut Seren Taun Kasepuhan Sinar Resmi Benteng Ketahanan Pangan dan Warisan Budaya

Senin, 6 Juli 2026 - 11:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Ribuan warga memadati Kampung Adat Kasepuhan Sinar Resmi, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Minggu (5/7/2026), dalam puncak perayaan Seren Taun ke-447. Tradisi adat yang telah berlangsung selama ratusan tahun itu kembali menjadi simbol rasa syukur masyarakat adat atas hasil panen sekaligus doa menyambut musim tanam berikutnya.

Bupati Sukabumi Asep Japar yang hadir langsung dalam perayaan tersebut menegaskan, Seren Taun bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan warisan budaya yang menyimpan nilai-nilai luhur tentang ketahanan pangan, pelestarian lingkungan, gotong royong, dan spiritualitas.

“Tradisi ini menjadi benteng pertahanan ketahanan pangan sekaligus identitas budaya masyarakat yang harus terus dijaga,” kata Asep Japar.

Menurutnya, budaya menyimpan hasil panen di leuit yang masih dipertahankan masyarakat adat Kasepuhan Sinar Resmi merupakan bentuk kearifan lokal yang relevan hingga saat ini. Di tengah tantangan perubahan iklim dan kebutuhan menjaga ketahanan pangan nasional, tradisi tersebut menjadi contoh nyata bagaimana masyarakat mampu mengelola sumber daya secara bijaksana.

Asep mengatakan, nilai-nilai yang diwariskan dalam Seren Taun sejalan dengan visi Pemerintah Kabupaten Sukabumi untuk membangun daerah yang maju, unggul, berbudaya, dan berkah tanpa meninggalkan akar budaya lokal.

Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Sukabumi akan terus mendukung pelestarian adat dan budaya, termasuk pengembangan kawasan kasepuhan serta pembangunan infrastruktur yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Bupati juga mengajak generasi muda atau incu putu agar tidak hanya menjadi penonton, tetapi ikut menjaga dan meneruskan warisan budaya leluhur sebagai bagian dari identitas masyarakat Sukabumi.

Perayaan Seren Taun ke-447 diawali dengan berbagai prosesi adat yang sarat makna, seperti tumbuk padi, saresehan bersama baris olot kasepuhan, arak-arakan dongdang, pertunjukan dogdog lojor, rengkong, gondang buhun, seni debus, tari tani, hingga pameran karya incu putu Kasepuhan Sinar Resmi.

Puncak acara ditandai dengan prosesi Ngampih Pare ka Leuit, yakni memasukkan secara simbolis ikatan padi hasil panen ke Leuit Si Jimat yang dipimpin Sesepuh Adat Kasepuhan Sinar Resmi, Abah Asep Nugraha. Prosesi berlangsung khidmat diiringi Kidung Pohaci, alunan suling, dan kecapi yang menciptakan suasana sakral.

Sesepuh Adat Kasepuhan Sinar Resmi, Abah Asep Nugraha, mengatakan Seren Taun merupakan ungkapan syukur kepada Sang Pencipta atas segala rezeki yang diterima masyarakat adat selama setahun terakhir.

“Acara ini bukan hanya warisan, tetapi juga doa bersama agar masa depan penuh keberkahan,” ujarnya.

Menurut Abah Asep, Seren Taun mengajarkan pentingnya hidup selaras dengan alam dan menjaga nilai-nilai spiritual sebagai bekal kehidupan. Karena itu, tradisi tersebut harus terus diwariskan kepada generasi penerus agar tetap lestari di tengah derasnya arus modernisasi.

Redaktur: Ujang Herlan 

Berita Terkait

Resmi Dilantik, Kang Sule Kembali Pimpin SMSI Sukabumi Raya 2025–2028
Parah! Antrean Truk di SPBU Cibadak Kuasai Bahu Jalan, Pengendara Premium Terjebak
Dihantam Botol dan Batu Gegara Uang, Misteri Kerangka di Hutan Jati Sagaranten Akhirnya Terpecahkan
Ratusan Buruh ‘Kepung’ Kantor BPJS Ketenagakerjaan Sukabumi Keluhkan Pencaloan Pencairan
Jangan Bangga dengan UNESCO, Wisata Sukabumi Perlu Sentuhan Nyata
Disandingkan dengan Foto Orang Hilang, Akhirnya Misteri Kerangka di Sagaranten Terungkap
DPRD Dorong Syukuran Nelayan Ciwaru Jadi Penggerak Ekonomi dan Pelestarian Budaya Pesisir Sukabumi
Lihat Laut dari Dalam, Komunitas PENYU Sukabumi Buka Kelas Try Scuba untuk Pemula

Berita Terkait

Sabtu, 18 Juli 2026 - 12:46 WIB

Resmi Dilantik, Kang Sule Kembali Pimpin SMSI Sukabumi Raya 2025–2028

Kamis, 16 Juli 2026 - 22:33 WIB

Dihantam Botol dan Batu Gegara Uang, Misteri Kerangka di Hutan Jati Sagaranten Akhirnya Terpecahkan

Kamis, 16 Juli 2026 - 14:44 WIB

Ratusan Buruh ‘Kepung’ Kantor BPJS Ketenagakerjaan Sukabumi Keluhkan Pencaloan Pencairan

Kamis, 16 Juli 2026 - 14:18 WIB

Jangan Bangga dengan UNESCO, Wisata Sukabumi Perlu Sentuhan Nyata

Rabu, 15 Juli 2026 - 20:23 WIB

Disandingkan dengan Foto Orang Hilang, Akhirnya Misteri Kerangka di Sagaranten Terungkap

Berita Terbaru