JURNALSUKABUMI.COM – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) melalui motivator ketahanan keluarga (Motekar) dan Pemdes Caringinkulon, bersinergi dalam penanganan stunting di wilayah tersebut.
Kepala Desa Caringinkulon, Dedi Suhendar, mengatakan, dalam upaya penanganan stunting dia bersama Motekar, menggalakkan pemberian makanan tambahan (PMT) kepada 25 anak yang terindikasi stunting.
“Kami memberikan makanan tambahan kepada 25 anak. September ini merupakan bulan kedua dari tiga bulan yang direncanakan. Menu makanan yang diberikan terdiri dari ikan, telur, sayuran, buah-buahan dan susu,” kata Dedi, Kamis (7/9/23).
Program PMT tersebut lanjut dia, bersumber dialokasikan dari dana desa (DD). Sesuai dengan arahan pemerintah pusat, program PMT dilaksanakan per tiga bulan.
Sementara itu, Aisyah yang telah bertugas selama dua tahun menjadi Motekar di Desa Caringinwetan mengungkapkan, dia terus mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan pemberian makan bergizi pada anak.
“Kami terus mensosialisasikan tentang PHBS dan pemberian makanan bergizi kepada anak-anak yang terindikasi stunting. Selain itu mereka juga harus diedukasi untuk pemanfaatan lahan pekarangan secara produktif,” ujarnya.
Redaktur: Usep Mulyana












