Cabai Jadi Harapan Hidup, Petani Sukabumi Rela Panggul Air Jauh ke Lereng Kebun

Jumat, 17 Juli 2026 - 10:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Di saat sebagian orang menanti hujan dari balik jendela, Mang Kuyil justru memikul puluhan liter air setiap hari demi menjaga harapan hidup keluarganya.

Bagi petani asal Desa Mekarjaya, Kecamatan Cidolog, Kabupaten Sukabumi itu, setiap tetes air adalah penentu hidup matinya tanaman cabai yang menjadi satu-satunya sumber penghasilan.

Kemarau panjang yang melanda wilayah selatan Sukabumi membuat lahan pertanian mulai mengering. Tanpa saluran irigasi dan tanpa mesin pompa air, Mang Kuyil hanya mengandalkan tenaga sendiri untuk menyelamatkan kebun cabai caplak miliknya.

Berbekal izin dari Camat Cidolog, ia mengambil air dari keran sumber air di wilayah kecamatan. Air tersebut diangkut menggunakan sepeda motor dengan jeriken dan galon. Namun perjuangan belum selesai. Setibanya di titik terdekat kebun, air kembali dipanggul satu per satu melewati jalan setapak dan lereng menuju lahan tanam.

Rutinitas itu dijalani dua kali setiap hari, seusai salat Subuh dan kembali menjelang sore. Aktivitas berat tersebut telah dilakukan tanpa henti selama sekitar satu setengah bulan.

“Kami paham betul betapa sulitnya mengajukan permohonan bantuan ke Dinas Pertanian. Kami tahu ada keterbatasan anggaran, prosedurnya pun tak mudah bagi kami yang awam. Tapi untuk menyambung hidup, hal ini harus dilakukan. Tak ada jalan lain, tak boleh menyerah sampai tanaman ini berbuah,” ujar Mang Kuyil, Jumat (17/7/2026).

Pundaknya mulai lecet karena terus memikul beban. Tenaganya terkuras setiap hari. Namun rasa lelah itu seolah tak berarti dibandingkan kekhawatiran jika tanaman cabainya mati sebelum panen.

Baginya, cabai bukan sekadar komoditas pertanian. Tanaman itu menjadi penopang ekonomi keluarga. Gagal panen berarti hilangnya harapan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Kisah Mang Kuyil ternyata bukan satu-satunya. Sejumlah petani lain di Desa Mekarjaya mengalami kondisi serupa. Mereka juga berjibaku melawan kemarau dengan kemampuan seadanya. Sebagian memilih bertahan dalam diam, tanpa banyak mengeluhkan kesulitan yang dihadapi.

Di tengah berbagai program penguatan ketahanan pangan, para petani berharap perhatian juga hadir dalam bentuk solusi nyata di lapangan. Akses terhadap sumber air, bantuan sarana irigasi, maupun pompa air dinilai jauh lebih mendesak dibanding sekadar wacana.

Kini, di tengah kebun yang mulai mengering, tersimpan satu harapan sederhana dari Mang Kuyil. Ia berharap suatu hari dapat memiliki mesin pompa air agar tidak lagi mengandalkan tenaga untuk memikul air ke lereng kebun.

“Bagi petani kecil seperti saya, sebuah pompa air bukan sekadar alat pertanian, melainkan penyambung harapan agar tanaman cabai tetap hidup, panen tetap datang, dan dapur keluarga tetap mengepul,” tandasnya.

Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Suara Rakyat Bukan untuk Dibeli, Agus Firmansyah Dorong Warga Laporkan Politik Uang
Bawaslu Jabar Dorong Warga Jadi Pengawas Pemilu, Pahami Aturan dan Berani Laporkan Pelanggaran
Heri Gunawan dan Bawaslu Dorong Pengawasan Partisipatif Masyarakat di Sukabumi
Persiapkan Pemilu 2029, Hergun Bedah 11 Isu Krusial RUU Pemilu dan Dorong Pendidikan Pemilih di Sukabumi
Bawaslu Kota Sukabumi Gandeng SLB Negeri 1, Perkuat Pendidikan Politik Inklusif bagi Disabilitas
Napak Tilas Kang Budi Azhar: Berawal dari PK Sagaranten, Kini Nahkodai Parlemen Kabupaten Sukabumi
Budi Azhar Tegaskan Komitmen Perkuat Peran Perempuan dalam Politik dan Pembangunan Sukabumi
Rangkul Kalangan Santri, Iman Adinugraha Sosialisasikan Empat Pilar MPR RI di Ponpes Al-Fatah

Berita Terkait

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 17:06 WIB

Suara Rakyat Bukan untuk Dibeli, Agus Firmansyah Dorong Warga Laporkan Politik Uang

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 15:33 WIB

Bawaslu Jabar Dorong Warga Jadi Pengawas Pemilu, Pahami Aturan dan Berani Laporkan Pelanggaran

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 14:32 WIB

Heri Gunawan dan Bawaslu Dorong Pengawasan Partisipatif Masyarakat di Sukabumi

Jumat, 31 Juli 2026 - 10:21 WIB

Persiapkan Pemilu 2029, Hergun Bedah 11 Isu Krusial RUU Pemilu dan Dorong Pendidikan Pemilih di Sukabumi

Rabu, 29 Juli 2026 - 16:48 WIB

Bawaslu Kota Sukabumi Gandeng SLB Negeri 1, Perkuat Pendidikan Politik Inklusif bagi Disabilitas

Berita Terbaru