Dihantam Botol dan Batu Gegara Uang, Misteri Kerangka di Hutan Jati Sagaranten Akhirnya Terpecahkan

Kamis, 16 Juli 2026 - 22:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Misteri penemuan kerangka perempuan di kawasan perkebunan jati, Kecamatan Sagaranten, Kabupaten Sukabumi, akhirnya berhasil diungkap Satreskrim Polres Sukabumi. Di balik penemuan jasad yang sempat menggegerkan warga itu, polisi mengungkap adanya dugaan pembunuhan yang dipicu persoalan uang.

Kapolres Sukabumi AKBP Samian mengatakan, pelaku berinisial H alias D (44) telah diamankan. Sementara korbannya merupakan perempuan berinisial N (35) yang sebelumnya ditemukan tinggal kerangka di area perkebunan jati.

Menurut Kapolres, berdasarkan hasil penyelidikan dan rangkaian pembuktian ilmiah (scientific crime investigation), peristiwa pembunuhan diduga terjadi pada 29 Juni 2026 sekitar pukul 22.00 WIB.

“Modusnya berawal dari kesalahpahaman terkait masalah uang yang kemudian memicu perselisihan. Pelaku melakukan pemukulan terhadap korban di bagian kepala menggunakan botol dan batu sebanyak dua kali hingga korban tidak sadarkan diri,” ujar AKBP Samian, Kamis malam (16/7/2026).

Kasus ini sebelumnya menjadi perhatian publik setelah warga menemukan sesosok kerangka manusia di perkebunan jati wilayah Sagaranten pada 13 Juli 2026 sekitar pukul 08.30 WIB. Penemuan tersebut sempat menimbulkan berbagai spekulasi karena kondisi jasad sudah membusuk dan tinggal tulang belulang.

Kapolres menjelaskan, setelah identitas korban berhasil dipastikan, penyidik bergerak cepat hingga berhasil mengungkap pelaku dalam waktu kurang dari 24 jam.

“Setelah identitas korban terungkap, kami berhasil mengungkap bahwa perkara ini merupakan dugaan pembunuhan berencana dan atau pencurian dengan kekerasan maupun penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia,” katanya.

Dalam proses penyidikan, polisi mengamankan sejumlah barang bukti yang menguatkan dugaan tindak pidana tersebut. Barang bukti itu antara lain batu dan pecahan botol yang ditemukan di lokasi kejadian, pakaian korban dan pelaku, sepeda motor milik korban yang sempat dibawa lalu digadaikan pelaku, telepon genggam yang telah dijual, serta perhiasan milik korban.

Selain mengamankan barang bukti, penyidik juga telah melakukan autopsi, visum, olah tempat kejadian perkara, hingga penelusuran transaksi yang berkaitan dengan pelaku.

Meski pelaku telah ditangkap, polisi masih terus mendalami motif secara menyeluruh, termasuk kemungkinan adanya unsur lain dalam tindak pidana tersebut.

“Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan pasal berlapis dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP, dengan ancaman hukuman maksimal penjara seumur hidup atau 20 tahun penjara,” tandasnya.

Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan 

Berita Terkait

Terbaru! Dugaan Keracunan MBG di Sukabumi, Tiga Santri Masih Dirawat
Ombak Cimaja Pikat Peselancar Internasional, Wabup Bidik Efek Domino Pariwisata
Diduga Bakar Sampah, Api Membesar di Belakang Pabrik Saos Cibadak
MBG, Kopdes hingga Swasembada Jadi Sorotan, Sukabumi Sambut Pesan Prabowo
Polisi Ungkap Rantai Obat Terlarang Mulai Sasar Remaja hingga Pelajar di Sukabumi
Kasepuhan Ciptamulya Temui Sufmi Dasco, 9 Hektare Diproyeksikan Calon Kampung Adat Baru
15 Warga Sukabumi Tertahan di Kalimantan, Kolaborasi DPRD, Kapolres dan Bagong Mogok Buka Jalan Pulang
Konferprov PWI Jabar, KDM Tekankan Peran Pers Lawan Hoaks di Era Digital

Berita Terkait

Minggu, 16 Agustus 2026 - 12:42 WIB

Terbaru! Dugaan Keracunan MBG di Sukabumi, Tiga Santri Masih Dirawat

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 18:33 WIB

Ombak Cimaja Pikat Peselancar Internasional, Wabup Bidik Efek Domino Pariwisata

Jumat, 14 Agustus 2026 - 18:04 WIB

Diduga Bakar Sampah, Api Membesar di Belakang Pabrik Saos Cibadak

Jumat, 14 Agustus 2026 - 14:03 WIB

MBG, Kopdes hingga Swasembada Jadi Sorotan, Sukabumi Sambut Pesan Prabowo

Jumat, 14 Agustus 2026 - 12:58 WIB

Polisi Ungkap Rantai Obat Terlarang Mulai Sasar Remaja hingga Pelajar di Sukabumi

Berita Terbaru