JURNALSUKABUMI.COM – Komitmen SMSI dalam mengimplementasikan perjanjian kerja sama strategis dengan Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS), tidak main – main.
Hanya sepekan setelah penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara SMSI dan ABPEDNAS di Jakarta Theater SMSI langsung merealisasikan program tersebut dengan melantik Pokja News Room Jaga Desa Provinsi Bali, Jumat (10/7/2026).
Langkah cepat tersebut menjadi bukti keseriusan SMSI dalam mendukung Program Jaga Desa melalui penguatan peran media siber sebagai mitra strategis pemerintah dalam membangun tata kelola desa yang transparan, akuntabel, serta mendukung percepatan pembangunan nasional.
Sebelumnya, penandatanganan Perjanjian Kerja Sama SMSI dan ABPEDNAS pada 3 Juli 2026 di Jakarta Theater disaksikan langsung oleh Penasihat Khusus Presiden Bidang Ekonomi Hashim Djojohadikusumo yang juga Ketua Dewan Pembina Srikandi Jaga Desa, Reda Mantovani, Jamintel yang juga Ketua Dewas ABPEDNAS dan merangkap Ketua Dewan Pembina News Room Jaga Desa, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, Ketua DPD RI Sultan B. Najamudin, Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono, Wakil Jaksa Agung RI Prof. Dr. Asep N. Mulyana, S.H., M.Hum., Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, serta Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos.
Pelantikan Pokja News Room Jaga Desa Provinsi Bali dipimpin langsung oleh Ketua Umum SMSI Pusat Firdaus, didampingi Wakil Ketua Umum Bidang Pengembangan Ekonomi dan Kemitraan Luar Negeri Agus Syabaruddin, serta Wakil Ketua Umum Bidang Kajian Strategis Yono Hartono.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta, Bupati Tabanan, para Ketua SMSI kabupaten/kota se-Provinsi Bali, serta sejumlah tamu undangan dari berbagai unsur pemerintah dan organisasi kemasyarakatan.
Dalam sambutannya, Ketua Umum SMSI Firdaus menegaskan bahwa media memiliki tanggung jawab moral untuk ikut mengawal pembangunan desa melalui penyebaran informasi yang akurat, edukatif, dan konstruktif.
“Kerja sama SMSI dengan ABPEDNAS bukan sekadar seremonial. Hari ini kami membuktikan bahwa setiap kesepakatan harus segera diwujudkan dalam aksi nyata. Pokja News Room Jaga Desa dibentuk agar media ikut berpartisipasi menjaga, mengawal, dan mendorong kemajuan desa-desa di seluruh Indonesia,” ujar Firdaus.
Firdaus menambahkan, keberadaan Pokja News Room Jaga Desa diharapkan menjadi wadah kolaborasi antara media, pemerintah desa, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung berbagai program pembangunan yang berpihak kepada kepentingan rakyat.
Ia juga menginstruksikan agar kepengurusan Pokja News Room Jaga Desa Provinsi Bali segera diperluas hingga ke seluruh kabupaten dan kota.
“Saya meminta kepada pengurus Provinsi Bali agar segera membentuk dan melantik Pokja News Room Jaga Desa di seluruh kabupaten dan kota. Selanjutnya, di tingkat kabupaten dan kota agar ditunjuk koordinator Pokja di setiap kecamatan yang melibatkan perwakilan desa maupun kelurahan, sehingga jaringan informasi pembangunan desa dapat berjalan efektif hingga ke tingkat akar rumput,” tegasnya.
Lebih lanjut, Firdaus menekankan bahwa seluruh jajaran Pokja News Room Jaga Desa juga memiliki tanggung jawab untuk mendukung agenda strategis nasional, khususnya Program Ketahanan Pangan yang menjadi prioritas pemerintah.
“Pokja News Room Jaga Desa tidak hanya bertugas menyampaikan informasi, tetapi juga harus ikut serta menjadi bagian dari gerakan nasional dalam menyukseskan Program Ketahanan Pangan Indonesia. Media harus hadir sebagai mitra pembangunan yang memberikan edukasi, mengawal pelaksanaan program, sekaligus menginformasikan berbagai keberhasilan desa kepada masyarakat,” katanya.
Melalui pembentukan Pokja News Room Jaga Desa di Provinsi Bali, SMSI berharap sinergi antara insan pers, pemerintah, dan masyarakat desa semakin kuat dalam menciptakan desa yang mandiri, maju, transparan, serta mampu menjadi fondasi utama pembangunan Indonesia menuju Indonesia Emas 2045. (*)












