Perairan Sukabumi Diawasi Ketat Tangkal Migran Gelap hingga Kejahatan Lintas Negara

Kamis, 9 Juli 2026 - 18:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Tim gabungan menyisir perairan Selatan Kabupaten Sukabumi dalam operasi terpadu untuk mengantisipasi atau menangkal potensi migran gelap alias ilegal, penyelundupan, hingga berbagai bentuk kejahatan lintas negara yang memanfaatkan jalur laut.

Operasi tersebut melibatkan Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Sukabumi bersama unsur TNI Angkatan Laut, TNI Angkatan Darat, Polairud, BIN, BNN, Kesbangpol, Karantina Kesehatan, Syahbandar, dan sejumlah instansi terkait lainnya. Pengawasan dilakukan dengan memeriksa aktivitas kapal-kapal yang beroperasi di perairan Palabuhanratu.

Kepala Seksi Intelijen dan Penindakan Imigrasi Kelas I Non TPI Sukabumi, Torang Pardosi, mengatakan operasi gabungan merupakan bentuk sinergi lintas instansi untuk memastikan seluruh aktivitas di laut berjalan sesuai ketentuan dan tidak dimanfaatkan untuk kegiatan yang melanggar hukum.

“Operasi ini merupakan bentuk koordinasi antarinstansi. Masing-masing memiliki tugas dan kewenangan sendiri, sehingga pengawasan dilakukan secara terpadu,” ujarnya, Kamis (9/7/2026).

Dalam penyisiran tersebut, tim gabungan memeriksa sebuah kapal perikanan yang mengangkut sekitar 30 anak buah kapal. Hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh kru merupakan Warga Negara Indonesia asal Cilacap yang tengah melakukan bongkar muatan di perairan Palabuhanratu.

“Mereka sudah sekitar empat hari berada di laut karena menunggu kondisi cuaca membaik. Setelah dilakukan pemeriksaan, seluruh kru merupakan warga negara Indonesia,” jelas Torang.

Meski tidak ditemukan pelanggaran keimigrasian maupun indikasi keberadaan migran ilegal, operasi tersebut menjadi langkah preventif untuk mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan yang berpotensi memanfaatkan jalur laut sebagai akses keluar maupun masuk wilayah Indonesia.

Menurut Torang, pengawasan dilakukan bukan semata menindak pelanggaran, tetapi lebih kepada upaya pencegahan sebelum terjadi tindak kejahatan.

“Kami tidak ingin bergerak setelah ada kejadian. Kehadiran tim gabungan di laut merupakan langkah antisipasi agar potensi pelanggaran dan kejahatan bisa dicegah sejak dini,” katanya.

Selama operasi, terpantau tim gabungan melakukan patroli dan penyisiran selama kurang lebih enam jam di perairan Palabuhanratu, memantau kapal-kapal yang sedang beroperasi maupun yang tengah menunggu keberangkatan.

Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan 

Berita Terkait

17 Tahun Irigasi Mati, Dinas PU Dinilai Gagal Menyelamatkan Pertanian di Cikadu Sukabumi 
Tebak Skor Piala Dunia 2026 Bersama Hergun, 48 Pemenang Terima Hadiah
Memasuki Musim Kemarau, Petani Sukabumi Harapkan Bantuan Pompa Air untuk Menyelamatkan Panen
17 Tahun Irigasi Terbengkalai, Sawah Hilang, Warga Cikadu Gali Sumur di Bekas Saluran Air Demi Bertahan Hidup
Keluhan Buruh soal BPJS Ketenagakerjaan Sukabumi, Zainul Munasichin Janji Tindak Lanjut di DPR RI
Resmi Dilantik, Kang Sule Kembali Pimpin SMSI Sukabumi Raya 2025–2028
Parah! Antrean Truk di SPBU Cibadak Kuasai Bahu Jalan, Pengendara Premium Terjebak
Dihantam Botol dan Batu Gegara Uang, Misteri Kerangka di Hutan Jati Sagaranten Akhirnya Terpecahkan

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 21:23 WIB

17 Tahun Irigasi Mati, Dinas PU Dinilai Gagal Menyelamatkan Pertanian di Cikadu Sukabumi 

Senin, 20 Juli 2026 - 18:39 WIB

Tebak Skor Piala Dunia 2026 Bersama Hergun, 48 Pemenang Terima Hadiah

Senin, 20 Juli 2026 - 15:54 WIB

Memasuki Musim Kemarau, Petani Sukabumi Harapkan Bantuan Pompa Air untuk Menyelamatkan Panen

Minggu, 19 Juli 2026 - 16:08 WIB

17 Tahun Irigasi Terbengkalai, Sawah Hilang, Warga Cikadu Gali Sumur di Bekas Saluran Air Demi Bertahan Hidup

Sabtu, 18 Juli 2026 - 12:59 WIB

Keluhan Buruh soal BPJS Ketenagakerjaan Sukabumi, Zainul Munasichin Janji Tindak Lanjut di DPR RI

Berita Terbaru