DP3A Sukabumi Dampingi Santriwati Korban Kekerasan, Utamakan Pemulihan dan Perlindungan

Senin, 6 April 2026 - 22:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Dugaan kasus asusila terhadap anak terjadi di salah satu pondok pesantren di wilayah Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi. Enam santriwati dilaporkan menjadi korban tindakan tidak pantas yang diduga dilakukan oleh oknum pimpinan pesantren berinisial MSL.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Sukabumi, Agus Sanusi, menyampaikan bahwa pihaknya segera mengambil langkah cepat setelah menerima laporan. Melalui UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), pendampingan langsung diberikan kepada para korban, terutama untuk membantu pemulihan kondisi psikologis mereka.

“Prioritas kami adalah memastikan anak-anak mendapatkan perlindungan dan pendampingan agar bisa pulih dari trauma,” ujarnya.

Kasus ini mulai terungkap pada akhir Februari 2026 setelah adanya kekhawatiran dari orang tua terhadap perubahan perilaku anak. Informasi yang kemudian dihimpun mengarah pada dugaan adanya perlakuan tidak pantas yang dialami para korban.

Berdasarkan hasil penanganan awal, peristiwa tersebut diduga telah berlangsung dalam kurun waktu tertentu. Para korban saat itu masih berusia anak, sehingga membutuhkan perlindungan khusus sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Sejauh ini, sebagian korban telah melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian dengan didampingi kuasa hukum serta tim UPTD PPA. Selain itu, layanan pemeriksaan kesehatan dan pendampingan psikologis juga telah difasilitasi untuk memastikan kondisi korban terus terpantau.

“DP3A Kabupaten Sukabumi menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi korban hingga proses pemulihan berjalan optimal,” terangnya.

Pihaknya juga mendorong penanganan hukum dilakukan secara profesional dan berkeadilan, dengan tetap mengutamakan kepentingan terbaik bagi anak.

“Masyarakat diimbau untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar serta berani melaporkan jika menemukan tanda-tanda kekerasan terhadap anak, demi terciptanya lingkungan yang aman dan ramah bagi tumbuh kembang mereka,” tandasnya.

Reporter: Rizqi Taupiq | Redaktur: Ujang Herlan 

Berita Terkait

Ibu Tiri Nizam Segera Diadili, Kejari Kabupaten Sukabumi Terima Pelimpahan Perkara
Polisi Ringkus Empat Pelaku Kasus Pengeroyokan Maut di Sukaraja, Dua Orang Masih Buron
Lapas Sukabumi Perkuat Zero Halinar, Gandeng TNI-Polri Razia dan Tes Urine
Polisi Bongkar Peredaran Sabu di Kota Sukabumi, Satu Tersangka Ditangkap dan Pemasok Diburu
Momentum Persaja Kabupaten Sukabumi: Tegakkan Keadilan dan Perkuat Solidaritas Adhyaksa
Hasil Autopsi: Luka Tusuk Tembus Paru-paru Jadi Penyebab Kematian
Stop Kriminalisasi: Kuasa Hukum Minta dr. Silvi Apriani Dibebaskan, Kasus Dinilai Bukan Pidana
8 Tersangka Korupsi Kredit Fiktif Bank Plat Merah Ditahan, Kerugian Capai Rp2,6 Miliar

Berita Terkait

Kamis, 21 Mei 2026 - 18:00 WIB

Ibu Tiri Nizam Segera Diadili, Kejari Kabupaten Sukabumi Terima Pelimpahan Perkara

Kamis, 14 Mei 2026 - 20:49 WIB

Polisi Ringkus Empat Pelaku Kasus Pengeroyokan Maut di Sukaraja, Dua Orang Masih Buron

Jumat, 8 Mei 2026 - 14:18 WIB

Lapas Sukabumi Perkuat Zero Halinar, Gandeng TNI-Polri Razia dan Tes Urine

Rabu, 6 Mei 2026 - 14:38 WIB

Polisi Bongkar Peredaran Sabu di Kota Sukabumi, Satu Tersangka Ditangkap dan Pemasok Diburu

Rabu, 6 Mei 2026 - 11:32 WIB

Momentum Persaja Kabupaten Sukabumi: Tegakkan Keadilan dan Perkuat Solidaritas Adhyaksa

Berita Terbaru