15 Tahun Ana Tinggal di Rumah Miring, Kades Walangsari: Tahun Ini Direnovasi!

Rabu, 17 September 2025 - 10:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Dinding bilik usang rumah milik Ana (40) dan Mimin (36) menjadi sebuah cerita 15 tahun kehidupan keluarga kurang mampu yang berada di Kampung Ciamarayah, Desa Walangsari, Kecamatan Kalapanunggal, Kabupaten Sukabumi.

Rumah miring dengan ukuran 3 X 6 meter ini dihuni oleh 6 jiwa dan menjadi satu-satunya tempat berteduh bagi keluarga tersebut.

Kepada Jurnalsukabumi.com, Ana mengungkapkan bahwa dirinya telah selama 15 tahun tinggal di tempat tersebut dengan istri dan 3 orang anaknya. Kondisi ekonomi yang sulit sebagai kuli cangkul terkadang membuat penghasilan Ana sebesar Rp 120 ribu per minggu tersebut hanya cukup untuk kebutuhan makan. Ditambah lagi, ibunya yang kini telah memasuki usia lanjut usia (Lansia) ikut bersama dirinya.

“Kadang kerja cuma 2 hari, seminggu libur, jangankan untuk memperbaiki rumah, buat makan saja sudah pas-pasan,” ujar Ana, Selasa (16/09/2025).

Meski memiliki dua kamar dengan ukuran 2X2 meter terkadang membuat keluarganya justru sulit tidur karena kerap dihantui kekhwatiran. Atap kamar dari bilik tersebut sudah melengkung ke bawah dan bisa ambruk kapan saja.

Mimpi buruk yang tak diinginkan pun sering menghinggapi kala hujan besar di tengah malam, tak jarang air akibat atap yang bocor membuat genangan di lantai rumah yang hanya beralaskan peluran semen.

“Karena tak ada tempat, Istri dan anak paling kecil tidur di tengah rumah karena sieun (takut) kamar ambruk. Umi (Ibu Ana) bobo di kamar,” ulasnya.

Kepala Desa Walangsari Dani Setiawan saat ditemui di Kantor Desa mengatakan, rumah milik bapak Ana sudah dua tahun lalu diajukan, namun realisasi baru rencana di tahun 2025 ini.

“Insyallah informasi dari Pemkab, bantuan untuk Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) milik pak Ana ini akan direnovasi tahun ini,” kata Dani Setiawan kepada Jurnalsukabumi.com, Rabu (17/9/2025).

Atas kabar tersebut, Pemerintah Desa Walangsari mengucapkan banyak terima kasih kepada Bupati Sukabumi H. Asep Jafar serta Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim).

Bahkan, setiap tahun bantuan RTLH selalu ada, tetapi jumlahnya yang sedikit, seperti tahun kemarin pihaknya telah mengajukan kisaran 50 unit, dan terealisasi hanya dua unit.

“Adapun tahun ini yang kita ajukan ada 48 unit, namun baru wancana yang terealisasi hanya 6 unit. Data RTLH yang ada di Desa kita semenjak saya menjabat kisaran ada 100 lebih. Namun sampai saat ini hanya tinggal 42 unit lagi,” tutupnya.

 

Reporter: Ifan | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Kades di Sukabumi Jadi Tersangka Dugaan Penipuan Proyek Desa, Korban Rugi Puluhan Juta Rupiah
DPPKB Sukabumi Dorong Desa Buana Jaya Jadi Desa Model Berbasis Keluarga Berkualitas
SPPT PBB 2026 Terbit, Kades Jayanti Imbau Warga Segera Lunasi Pajak
Rumah Warga di Parakansalak Sukabumi Ambruk, Kepala Desa Bojongasih Imbau Warga Waspada!
Gema Ramadan Padepokan Silaturahmi: Bangun Karakter Generasi Muda Melalui Seni Beladiri dan Religi
Digiring Pakai Rompi Oranye, Kades Neglasari Jadi Tersangka Korupsi Rp394 Juta
Bupati Sukabumi Asep Japar Resmikan Bale Binangkiti Desa Sagaranten
Kopi Purbawati Sukabumi Jadi Ikonik Perekonomian Desa

Berita Terkait

Sabtu, 30 Mei 2026 - 17:30 WIB

Kades di Sukabumi Jadi Tersangka Dugaan Penipuan Proyek Desa, Korban Rugi Puluhan Juta Rupiah

Selasa, 19 Mei 2026 - 15:52 WIB

DPPKB Sukabumi Dorong Desa Buana Jaya Jadi Desa Model Berbasis Keluarga Berkualitas

Rabu, 15 April 2026 - 13:54 WIB

SPPT PBB 2026 Terbit, Kades Jayanti Imbau Warga Segera Lunasi Pajak

Sabtu, 28 Maret 2026 - 20:36 WIB

Rumah Warga di Parakansalak Sukabumi Ambruk, Kepala Desa Bojongasih Imbau Warga Waspada!

Rabu, 11 Maret 2026 - 20:29 WIB

Gema Ramadan Padepokan Silaturahmi: Bangun Karakter Generasi Muda Melalui Seni Beladiri dan Religi

Berita Terbaru