Asep Hidayat Mustofa Dinobatkan Sebagai Pahlawan Pangan Nasional Asal Sukabumi

Minggu, 17 Agustus 2025 - 08:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Pencetus Desa Wisata Hanjeli asal Desa Waluran Mandiri, Kecamatan Waluran, Kabupaten Sukabumi, Asep Hidayat Mustopa kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional.

Kali ini penghargaan ia raih dalam ajang Svana Bhumi Award 2025 yang digelar oleh Pupuk Indonesia dan Metro TV melalui program Kick Andy,  bertepatan dengan peringatan Hari Kemerdekaan ke-80 Republik Indonesia.

Asep Hidayat Mustopa mengatakan, penghargaan ini diberikan kepada sosok yang dinilai sebagai Pahlawan Pangan nasional.

“Alhamdulillah, di momen bersejarah Hari Kemerdekaan Indonesia tahun ini, saya mendapat anugerah Svarna Bhumi Award 2025. Bagi saya, penghargaan ini bukan sekadar simbol, tapi pengingat bahwa perjuangan menjaga bumi dan mengangkat martabat pangan lokal adalah perjalanan panjang yang penuh kesabaran,” ujar Asep kepada jurnalsukabumi.com, Minggu (17/8/2025).

Menurutnya, biji hanjeli yang dulu dianggap sepele kini mampu menjadi kebanggaan masyarakat, bahkan mengangkat nama baik Sukabumi dan Jawa Barat di tingkat nasional. Asep pun mendedikasikan penghargaan ini untuk para pejuang pangan lokal, keluarga, tim hanjeli, generasi muda, akademisi, pelaku UMKM, komunitas, perbankan, pemerintah, hingga media yang terus mendukung pengembangan pangan lokal.

“Semoga ini menjadi motivasi bahwa kemerdekaan sejati bukan hanya bebas dari penjajahan, tetapi juga merdeka dalam pangan, mandiri dengan kekayaan bumi sendiri, serta bangga dengan jati diri bangsa,” tegasnya.

Asep berharap keberhasilan Desa Wisata Hanjeli menjadi inspirasi untuk terus menjaga bumi, merawat warisan leluhur, serta melanjutkan pengembangan hanjeli sebagai bagian dari kekayaan hayati di kawasan Geopark Ciletuh Palabuhanratu.

Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Jangan Bangga dengan UNESCO, Wisata Sukabumi Perlu Sentuhan Nyata
DPRD Dorong Syukuran Nelayan Ciwaru Jadi Penggerak Ekonomi dan Pelestarian Budaya Pesisir Sukabumi
Lihat Laut dari Dalam, Komunitas PENYU Sukabumi Buka Kelas Try Scuba untuk Pemula
447 Tahun Tak Lekang Zaman, Seren Taun Ciptamulya Masih Bertahan di Tengah Modernisasi
Fakta! Laut Sukabumi Lebih Dekat ke Pulau Christmas Australia Ketimbang Banyuwangi 
Pantai Karang Pamulang Dinilai Kian Kumuh, Wisatawan Asing Batalkan Pesanan Hotel 
Bupati Sebut Seren Taun Kasepuhan Sinar Resmi Benteng Ketahanan Pangan dan Warisan Budaya
Mutiara Indah Palabuhanratu, Kuliner Tepi Pantai dengan Sunset Memukau

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 14:18 WIB

Jangan Bangga dengan UNESCO, Wisata Sukabumi Perlu Sentuhan Nyata

Rabu, 15 Juli 2026 - 14:41 WIB

DPRD Dorong Syukuran Nelayan Ciwaru Jadi Penggerak Ekonomi dan Pelestarian Budaya Pesisir Sukabumi

Rabu, 15 Juli 2026 - 08:42 WIB

Lihat Laut dari Dalam, Komunitas PENYU Sukabumi Buka Kelas Try Scuba untuk Pemula

Minggu, 12 Juli 2026 - 19:32 WIB

447 Tahun Tak Lekang Zaman, Seren Taun Ciptamulya Masih Bertahan di Tengah Modernisasi

Sabtu, 11 Juli 2026 - 12:13 WIB

Fakta! Laut Sukabumi Lebih Dekat ke Pulau Christmas Australia Ketimbang Banyuwangi 

Berita Terbaru