447 Tahun Tak Lekang Zaman, Seren Taun Ciptamulya Masih Bertahan di Tengah Modernisasi

Minggu, 12 Juli 2026 - 19:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Di tengah perubahan zaman dan semakin berkurangnya minat generasi muda terhadap tradisi, masyarakat adat Kasepuhan Ciptamulya di Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, masih mempertahankan satu warisan yang telah bertahan selama hampir lima abad.

Tradisi Seren Taun ke-447 yang digelar Minggu (12/7/2026) bukan sekadar pesta panen. Bagi masyarakat kasepuhan, ritual tersebut menjadi penanda bahwa hasil bumi bukan hanya untuk dikonsumsi, tetapi juga harus disimpan, dijaga, dan diwariskan sebagai jaminan kehidupan generasi berikutnya.

Prosesi dimulai dengan Ampih Pare ka Leuit, yaitu memasukkan padi ke lumbung adat. Bagi masyarakat Kasepuhan Ciptamulya, leuit bukan hanya bangunan penyimpanan hasil panen, melainkan simbol ketahanan pangan yang telah dipraktikkan jauh sebelum konsep cadangan pangan modern dikenal.

Rangkaian Seren Taun kemudian dilanjutkan dengan saresehan adat, rengkong, hingga pertunjukan seni tradisional seperti Dog-dog Lojor, Wayang Golek, Jaipongan, Debus, Kidung Buhun, Seni Laes, Tunggulan Lisung, dan Angklung. Seluruh prosesi menjadi ruang bagi masyarakat untuk merawat ingatan kolektif tentang adat istiadat yang diwariskan turun-temurun.

Sesepuh Adat Kasepuhan Ciptamulya, Abah Hendrik Suhendrik Wijaya, mengatakan pelaksanaan Seren Taun tahun ini menjadi ungkapan syukur atas hasil panen yang cukup baik sekaligus momentum memperkuat kebersamaan masyarakat adat.

“Menjaga tradisi sama pentingnya dengan menjaga sawah dan padi, karena keduanya merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan masyarakat kasepuhan,” katanya.

Abah Hendrik juga mengapresiasi perhatian pemerintah terhadap masyarakat adat, termasuk bantuan pembangunan leuit dari Dinas Ketahanan Pangan untuk tiga kasepuhan di Desa Sirnaresmi.

“Keberadaan leuit dinilai menjadi bagian penting dalam mempertahankan sistem penyimpanan pangan tradisional yang hingga kini masih dijalankan masyarakat,”tuturnya.

Sementara itu, Camat Cisolok, Okih Pazri Assidiq, menilai Seren Taun merupakan identitas budaya yang sarat nilai gotong royong, kebersamaan, dan rasa syukur. Selain menjadi warisan budaya, tradisi tersebut juga memiliki potensi besar sebagai daya tarik wisata berbasis kearifan lokal.

“Seren Taun bukan hanya milik masyarakat adat, tetapi juga menjadi bagian dari identitas budaya Kabupaten Sukabumi yang harus terus dijaga dan dikenalkan kepada generasi muda,” tambahnya.

Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Fakta! Laut Sukabumi Lebih Dekat ke Pulau Christmas Australia Ketimbang Banyuwangi 
Pantai Karang Pamulang Dinilai Kian Kumuh, Wisatawan Asing Batalkan Pesanan Hotel 
Bupati Sebut Seren Taun Kasepuhan Sinar Resmi Benteng Ketahanan Pangan dan Warisan Budaya
Mutiara Indah Palabuhanratu, Kuliner Tepi Pantai dengan Sunset Memukau
Tata Wisata Sukabumi Disorot, Dispar Dinilai Belum Mampu Hadirkan Solusi bagi Wisatawan dan UMKM
Usung Tema Laut Lestari Nelayan Berseri, Bupati dan Ketua DPRD Hadiri Syukuran Nelayan Ujunggenteng
Mau ke Palabuhanratu Lewat Jalur Alternatif Cikidang? Waspadai Turunan Curam Berkelok Ini
Bikin Merinding! Kisah Keberanian Pejuang Adang Pasukan Sekutu di Bojongkokosan Parungkuda

Berita Terkait

Minggu, 12 Juli 2026 - 19:32 WIB

447 Tahun Tak Lekang Zaman, Seren Taun Ciptamulya Masih Bertahan di Tengah Modernisasi

Sabtu, 11 Juli 2026 - 12:13 WIB

Fakta! Laut Sukabumi Lebih Dekat ke Pulau Christmas Australia Ketimbang Banyuwangi 

Kamis, 9 Juli 2026 - 15:17 WIB

Pantai Karang Pamulang Dinilai Kian Kumuh, Wisatawan Asing Batalkan Pesanan Hotel 

Senin, 6 Juli 2026 - 11:18 WIB

Bupati Sebut Seren Taun Kasepuhan Sinar Resmi Benteng Ketahanan Pangan dan Warisan Budaya

Senin, 6 Juli 2026 - 10:39 WIB

Mutiara Indah Palabuhanratu, Kuliner Tepi Pantai dengan Sunset Memukau

Berita Terbaru

HEADLINE

Arus Balik Libur, Jalur Sukabumi–Bogor Macet Parah

Minggu, 12 Jul 2026 - 20:23 WIB