Kejari Kab Sukabumi: Tindak Pidana Korupsi Tergantung Mens Rea

Kamis, 21 Juli 2022 - 06:53 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Kasubsi Penuntutan dan Uheksi, Kejari Cibadak Sukabumi, Panji Wijanarko menegaskan,  sebuah perkara tindak korupsi, biasanya diawali dari mens rea atau niat jahat. Tindak pidana korupsi sendiri termasuk ke dalam extra ordinary crime. Sebagai tindakan pencegahan dibutuhkan kerjasama dari semua pihak termasuk jajaran pengurus MUI di daerah.

“Bisa diklasifikasikan tindak pidana korupsi, jika ada niat jahat sebelumnya. Atas hal itu, maka kami mengajak kepada jajaran pengurus MUI kecamatan, desa dan kelurahan untuk mensosialisasikan hasil penyuluhan hukum ini kepada masyarakat,”kata Panji.

Dia juga menekankan kepada para peserta penyuluhan hukum yang diinisiasi oleh MUI Kabupaten Sukabumi itu, agar menjadi contoh dan suri teladan bagi masyarakat. Selain itu, MUI bersama-sama pemerintah desa setempat selalu bersinergi dalam pencegahan korupsi melalui kegiatan- kegiatan keagamaan.

Bicara keberhasilan pengungkapan kasus lanjut dia korp adhyaksa berasil mengungkap kasus-kasus hukum besar (big fish) yang selama ini tidak tersentuh seperti korupsi di Krakatau Steel, Asabri, Maskapai Garuda, PT Asuransi Jiwasraya dan terakhir kasus oknum pejabat di Departemen Perdagangan terkait kelangkaan minyak goreng.

Lebih lanjut dia mengatakan, saat ini, pihak kejaksaan lebih konsen pada pengembalian aset dari hasil tindak pidana korupsi. Kejahatan kerah putih itu sendiri terjadi karena mental pejabat korup. “Faktor mental juga sebagai salah satu pendorong terjadinya korupsi. Tidak.sedikit pelaku korupsi itu adalah orang kaya raya. Tapi tetap saja mereka nyolong uang negara. Bahkan ada Dirut BUMN yang gajinya sampai Rp500 juta per bulan,”ungkapnya.

Redaktur: Usep Mulyana

Berita Terkait

BGN Hentikan Operasional 58 SPPG di Sukabumi, Ini Penyebabnya!
Kejati Jabar Tahan Sekretaris DPRD Indramayu Terkait Korupsi Tunjangan Senilai Rp18,7 Miliar
Babak Baru SPPG Nagrak Utara III, Kuasa Hukum Ungkap Dugaan Permintaan Rp1 Miliar dari YMQI
Viral Adu Jotos di Padepokan Ciracap, Dua Orang Kini Berstatus Tersangka
Siap Hadapi Gugatan, Kuasa Hukum SPPG Nagrak Utara III Bantah Pengalihan Yayasan Sepihak
Dugaan Pengalihan Yayasan Picu Sengketa Dapur MBG Nagrak Utara III, Mutiara Qolbu Tempuh Jalur Hukum
Pengukuran Lahan Eks HGU PT AJA Difasilitasi Polisi, Tokoh Palabuhanratu Lengkapi Bukti Siapkan Gugatan PTUN
Sengketa Lahan Eks HGU PT AJA, Tokoh Palabuhanratu Penuhi Undangan Klarifikasi Polisi

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:11 WIB

Kejati Jabar Tahan Sekretaris DPRD Indramayu Terkait Korupsi Tunjangan Senilai Rp18,7 Miliar

Rabu, 28 Oktober 2026 - 10:55 WIB

Babak Baru SPPG Nagrak Utara III, Kuasa Hukum Ungkap Dugaan Permintaan Rp1 Miliar dari YMQI

Selasa, 27 Oktober 2026 - 22:13 WIB

Viral Adu Jotos di Padepokan Ciracap, Dua Orang Kini Berstatus Tersangka

Senin, 26 Oktober 2026 - 14:05 WIB

Siap Hadapi Gugatan, Kuasa Hukum SPPG Nagrak Utara III Bantah Pengalihan Yayasan Sepihak

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 17:46 WIB

Dugaan Pengalihan Yayasan Picu Sengketa Dapur MBG Nagrak Utara III, Mutiara Qolbu Tempuh Jalur Hukum

Berita Terbaru