JURNALSUKABUMI.COM – Pemotongan hewan kurban saat hari raya Idul Adha, merupakan langkah untuk menggapai cinta kepada Allah SWT. Sekaligus untuk membuktikan kadar keimanan dari seorang hamba terhadap penciptanya. Demikian disampaikan Kepala Lapas Kelas II Warungkiara, Ahmad Tohari, usai menunaikan Salat Idul Adha di Masjid Sa’adatudaroen, Minggu (10/7/22).
“Potong hewan kurban cara untuk menggapai cinta kepada Allah SWT, adalah jalan terbaik untuk membuktikan keimanan kita. Peristiwa ini pula yang lantas menjadi perintah ibadah qurban untuk umat Islam yang memiliki kemampuan untuk itu,”kata Ahmad Tohari.
Salat Idul Adha kali ini kata dia, diikuti oleh seluruh warga binaan dan petugas Lapas Warungkiara. Proses peribadatan berlangsung dengan khusyuk juga penuh khidmat.
“Hari ini Lapas Kelas IIB Warungkiara memotong 5 ekor domba dengan rincian 1 ekor domba dari Kalapas Warungkiara, 1 ekor domba dari pemda, 2 ekor domba dari kantin yang tergabung dalam PT. AVA, dan 1 ekor domba dari warga binaan Blok wanita.
Pemotongan ini dilaksanakan di area dalam Lapas Kelas IIB Warungkiara setelah kemarin tepatnya pada hari Sabtu (9/7) Lapas Warungkiara juga menyerahkan 1 ekor sapi untuk di dikorbankan untuk warga sekitar yang di terima oleh Ketua RT 01, Ketua RW 01, serta perwakilan dari warga desa setempat.
Pemotongan korban yang dilaksanakan setiap Idul Adha merupakan kisah sejarah yang dilakoni Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS. Secara tersurat dan tersirat untuk membuktikan bahwa pengorbanan yang tulus ikhlas semata-mata untuk menjalani perintah.yang maha kuasa.
Redaktur: Usep Mulyana












