Udara di Kaki Gunung Gede Sukabumi Terasa Lebih Panas, Ini Penjelasan BMKG!

Selasa, 12 November 2019 - 09:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumber foto: Pixabay

i

Sumber foto: Pixabay

JURNALSUKABUMI.COM – Sejumlah warga merasakan udara di sejumlah wilayah di Sukabumi, Jawa Barat terasa lebih panas beberapa hari ini. Tidak hanya didaerah perkotaan, hal yang sama juga terasa di wilayah kaki Gunung Gede Pangrango.

Seperti yang diungkapkan Raisya Putri, warga Desa Perbawati, Kecamatan Sukabumi, Kabupaten Sukabumi. Menurutnya udara tak sejuk terasa selama empat hari terakhir.

BACA JUGA: Melihat, Penyandang Disabilitas Dihadiahi Kaki Palsu Oleh Mata Sosial

“Apalagi kalau siang hari, jam dua belasan. Gerahnya kerasa banget,” ujar Raisya kepada jurnalsukabumi.com, Selasa (12/11/2019).

Hal senada juga disampaikan Asep Rizki. Pria yang juga warga Desa Perbawati ini mengaku heran dengan cuaca yang lebih panas dari biasanya.

“Kalau malem biasanya pake selimut, disini kan dingin. Tapi selama beberapa hari terakhir lebih gerah,” tuturnya.

Perihal fenomena cuaca lebih panas juga menjadi bahasan warganet di media sosial. Seperti yang dipertanyakan akun Chries Nugraha di grup facebook aku cinta sukabumi.

BACA JUGA: Injury Time, Marwan dan Iyos Dikabarkan Merapat ke Gerindra

Dilihat dari sejumlah komentar, hal yang sama dirasakan warga di beberapa wilayah. Diantaranya di Cidahu, Cibadak, Selabintana, dan Cidahu.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandung, Tony Agus Wijaya, mengatakan fenomena udara lebih panas di Sukabumi terbilang hal biasa. Hasil pemantauan BMKG, tidak ada fenomena klimatologi yang luar biasa di Sukabumi.

Udara lebih panas di Sukabumi disebabkan cuaca berawan beberapa hari ini. Tony menjelaskan cuaca berawan menyebabkan suhu udara lebih panas dibandingkan waktu yang lain.

“Cuaca berawan menyebabkan radiasi panas matahari yang menyinari permukaan bumi tertahan oleh awan saat akan terpantul kembali ke angkasa,” tutur Tony.

Berita Terkait

Dua Warga Nagrak Korban Pembacokan Masih Dirawat di Rumah Sakit
Truk Hino Tabrak 4 Kendaraan di Cibadak, Sempat Mundur dan Hantam Mobil di Belakang
Dua Pemotor Tertabrak Kereta Pangrango di Benteng Sukabumi Meninggal Dunia, Ini Identitasnya!
Tersandung Korupsi Rp394 Juta, Kasus Kades Neglasari Masuk Persidangan
Dua Pemotor Wanita Tertabrak Kereta di Benteng Sukabumi hingga Kritis
Bikin Resah, Monyet Mulai Turun ke Pemukiman Warga di Parakansalak
Menteri Agus Andrianto Apresiasi Kebun Sayur Lapas Warungkiara Jadi Bekal Kemandirian Warga Binaan 
Pemkab Sukabumi Kembali Raih Opini WTP dari BPK RI, Catat Prestasi 12 Kali Berturut-turut

Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 11:15 WIB

Dua Warga Nagrak Korban Pembacokan Masih Dirawat di Rumah Sakit

Kamis, 11 Juni 2026 - 18:46 WIB

Truk Hino Tabrak 4 Kendaraan di Cibadak, Sempat Mundur dan Hantam Mobil di Belakang

Kamis, 11 Juni 2026 - 15:49 WIB

Dua Pemotor Tertabrak Kereta Pangrango di Benteng Sukabumi Meninggal Dunia, Ini Identitasnya!

Kamis, 11 Juni 2026 - 13:58 WIB

Dua Pemotor Wanita Tertabrak Kereta di Benteng Sukabumi hingga Kritis

Rabu, 10 Juni 2026 - 13:33 WIB

Bikin Resah, Monyet Mulai Turun ke Pemukiman Warga di Parakansalak

Berita Terbaru

PERISTIWA

Dua Warga Nagrak Korban Pembacokan Masih Dirawat di Rumah Sakit

Jumat, 12 Jun 2026 - 11:15 WIB