JURNALSUKABUMI.COM – PT Cicatih Putra Sukabumi (CPS), perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan Galian C khususnya limestone atau batu kapur, membuktikan bahwa kesuksesan operasional harus berjalan seiring dengan kesejahteraan sosial.
Di tengah aktivitas produksi batu kapur yang menjadi pilar usaha perusahaan, perusahaan yang berada di Kecamatan Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi, belum lama ini, tetap menoleh ke belakang untuk merangkul puluhan lansia (jompo) dan anak yatim-piatu melalui penyaluran santunan uang tunai.
Kegiatan ini dilakukan dengan menggandeng jajaran RT dan RW di wilayah lingkar tambang. Kehadiran pihak perusahaan bersama pengurus lingkungan ke rumah-rumah warga menunjukkan komitmen PT CPS untuk menjaga hubungan harmonis dengan masyarakat setempat.
Direktur PT CPS, Rukmalan, melalui Humas perusahaan, Ali Iman, menegaskan bahwa batu kapur yang digali dari bumi Sukabumi harus membawa manfaat nyata bagi warga yang tinggal di sekitarnya.
“Kami menyadari bahwa keberlanjutan usaha pertambangan kami tidak lepas dari doa dan dukungan warga. Oleh karena itu, Bapak Direktur (Rukmalan) menginstruksikan agar setiap langkah perusahaan juga dibarengi dengan perhatian kepada kaum jompo dan anak yatim. Santunan tunai ini adalah bentuk syukur kami atas hasil bumi yang kami kelola,” jelas Ali Iman.
Sebagai perusahaan tambang Galian C yang beroperasi secara profesional, PT CPS memastikan distribusi bantuan dilakukan secara transparan melalui kolaborasi dengan ketua RT dan RW. Hal ini penting untuk memastikan bahwa warga di area sekitar perusahaan merasakan dampak positif kehadiran perusahaan.
Ali Iman menambahkan, bantuan ini bukan sekadar kewajiban formalitas, melainkan wujud rasa kekeluargaan. Pihak manajemen berharap, melalui doa dari para yatim dan lansia, operasional tambang PT CPS dapat terus berjalan lancar dan minim kendala.
“Batu kapur adalah potensi alam yang kami olah, namun doa warga adalah fondasi yang menjaga kami tetap berdiri. Semoga santunan ini bisa sedikit meringankan beban harian warga kami,” tutup Ali Iman.
Redaktur: Ujang Herlan












