JURNALSUKABUMI.COM – Ketua Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kota Sukabumi, Fahmi Fauzi, mengaku kecewa atas ketidakhadiran Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki saat mahasiswa menyampaikan berbagai permasalahan, salah satunya terkait gundukan sampah di TPA Cikundul.
Fahmi menjelaskan, pihaknya telah melayangkan surat pemberitahuan aksi jauh hari sebelumnya. Namun, ia menyayangkan Wali Kota tidak hadir secara langsung dan hanya diwakilkan oleh Asisten Daerah (Asda) dan Sekretaris Daerah (Sekda).
“Melalui media sosial, wali kota memang menyampaikan bahwa pemerintah kota terbuka dan tidak anti kritik. Namun pada kenyataannya, setiap ada aksi unjuk rasa, beliau tidak pernah menemui massa secara langsung. Saya menilai sikap ini tidak mencerminkan seorang pemimpin,” ujar Fahmi, Kamis (23/4).
Selain itu, ia menilai persoalan gunungan sampah di TPA Cikundul merupakan masalah lama yang belum terselesaikan. Berdasarkan hasil advokasi langsung di lapangan, masyarakat mengeluhkan bau menyengat dan gangguan pernapasan akibat kondisi tersebut.
“Ini persoalan serius yang harus segera diselesaikan oleh pemerintah kota, bukan hanya diam atau fokus pada kegiatan seremonial dan pencitraan,” tegasnya.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kota Sukabumi, Rojab Asyari, membenarkan kondisi tersebut. Ia mengaku merasakan langsung dampaknya karena lokasi rumahnya dekat dengan TPA Cikundul.
“Kami mendorong pihak eksekutif untuk segera menuntaskan persoalan ini agar tidak berlarut-larut,” pungkasnya.
Reporter: Rizqi Taupiq | Redaktur: Ujang Herlan












