JURNALSUKABUMI.COM – Ratusan massa aksi yang tergabung dalam Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kota Sukabumi menggelar unjuk rasa dengan mendatangi Balai Kota Sukabumi dan DPRD, Kamis (23/4/2026).
Berdasarkan pantauan di lapangan, aksi berlangsung di depan Balai Kota Sukabumi dengan pengawalan aparat. Dalam kegiatan tersebut, terlihat perwakilan Pemerintah Kota Sukabumi yakni Asisten Daerah, Imran Wardani, yang hadir menemui massa aksi.
Dalam orasinya, perwakilan mahasiswa menyampaikan kekecewaan atas tidak hadirnya Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki. Mereka menilai ketidakhadiran tersebut menunjukkan kurangnya respons terhadap aspirasi yang disampaikan.
“Kami meminta Wali Kota hadir langsung karena tuntutan ini ditujukan kepada beliau. Namun hingga saat ini belum ada kehadiran, hal ini sangat kami sesalkan,” ujar salah satu orator.
Massa aksi sempat berupaya masuk ke area Balai Kota Sukabumi untuk dapat bertemu langsung dan berdialog dengan Wali Kota.
Aksi unjuk rasa ini digelar dalam momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Sukabumi. Mahasiswa menilai, di tengah pesatnya pembangunan kota, masih terdapat berbagai persoalan yang belum terselesaikan dan membutuhkan perhatian serius dari pemerintah.
Dalam aksinya, PC PMII Kota Sukabumi menyampaikan 11 tuntutan kepada Pemerintah Kota Sukabumi, di antaranya:
- Menuntaskan permasalahan penumpukan sampah di TPA Cikundul.
- Memperluas ruang terbuka hijau.
- Menyelesaikan persoalan infrastruktur.
- Mengatasi keterbatasan fasilitas pendidikan.
- Melindungi UMKM dari tekanan waralaba.
- Menyediakan fasilitas pendidikan yang layak dan merata.
- Menata sistem parkir serta memberantas pungutan liar.
- Menyediakan rumah susun untuk kepentingan sosial.
- Menyediakan ruang aman serta pemberdayaan bagi perempuan.
- Memberikan gaji layak bagi guru P3K.
- Meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Selain itu, massa aksi juga menyampaikan dua tuntutan mendesak, yakni:
- Mendesak DPRD Kota Sukabumi untuk melakukan audit terhadap seluruh SKPD guna evaluasi menyeluruh.
- Mendesak Wali Kota Sukabumi untuk menggelar dialog publik terbuka guna menjawab seluruh tuntutan yang disampaikan.
Mahasiswa berharap pemerintah daerah dapat segera merespons dan merealisasikan tuntutan tersebut demi kepentingan masyarakat Kota Sukabumi.
Reporter: Rizqi Taupiq | Redaktur: Ujang Herlan












