Ratusan Massa Aksi PMII Kota Sukabumi Geruduk Balai Kota, Sampaikan 11 Tuntutan

Kamis, 23 April 2026 - 16:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Ratusan massa aksi yang tergabung dalam Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kota Sukabumi menggelar unjuk rasa dengan mendatangi Balai Kota Sukabumi dan DPRD, Kamis (23/4/2026).

Berdasarkan pantauan di lapangan, aksi berlangsung di depan Balai Kota Sukabumi dengan pengawalan aparat. Dalam kegiatan tersebut, terlihat perwakilan Pemerintah Kota Sukabumi yakni Asisten Daerah, Imran Wardani, yang hadir menemui massa aksi.

Dalam orasinya, perwakilan mahasiswa menyampaikan kekecewaan atas tidak hadirnya Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki. Mereka menilai ketidakhadiran tersebut menunjukkan kurangnya respons terhadap aspirasi yang disampaikan.

“Kami meminta Wali Kota hadir langsung karena tuntutan ini ditujukan kepada beliau. Namun hingga saat ini belum ada kehadiran, hal ini sangat kami sesalkan,” ujar salah satu orator.

Massa aksi sempat berupaya masuk ke area Balai Kota Sukabumi untuk dapat bertemu langsung dan berdialog dengan Wali Kota.

Aksi unjuk rasa ini digelar dalam momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Sukabumi. Mahasiswa menilai, di tengah pesatnya pembangunan kota, masih terdapat berbagai persoalan yang belum terselesaikan dan membutuhkan perhatian serius dari pemerintah.

Dalam aksinya, PC PMII Kota Sukabumi menyampaikan 11 tuntutan kepada Pemerintah Kota Sukabumi, di antaranya:

  1. Menuntaskan permasalahan penumpukan sampah di TPA Cikundul.
  2. Memperluas ruang terbuka hijau.
  3. Menyelesaikan persoalan infrastruktur.
  4. Mengatasi keterbatasan fasilitas pendidikan.
  5. Melindungi UMKM dari tekanan waralaba.
  6. Menyediakan fasilitas pendidikan yang layak dan merata.
  7. Menata sistem parkir serta memberantas pungutan liar.
  8. Menyediakan rumah susun untuk kepentingan sosial.
  9. Menyediakan ruang aman serta pemberdayaan bagi perempuan.
  10. Memberikan gaji layak bagi guru P3K.
  11. Meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Selain itu, massa aksi juga menyampaikan dua tuntutan mendesak, yakni:

  1. Mendesak DPRD Kota Sukabumi untuk melakukan audit terhadap seluruh SKPD guna evaluasi menyeluruh.
  2. Mendesak Wali Kota Sukabumi untuk menggelar dialog publik terbuka guna menjawab seluruh tuntutan yang disampaikan.

Mahasiswa berharap pemerintah daerah dapat segera merespons dan merealisasikan tuntutan tersebut demi kepentingan masyarakat Kota Sukabumi.

Reporter: Rizqi Taupiq | Redaktur: Ujang Herlan 

Berita Terkait

Wamenko Tantang Sukabumi Bangun Budaya Pilah Sampah di Setiap Desa
Bukan Toko, Ini Swalayan Pakaian Gratis di Posko Korban Kebakaran Ciptamulya
Nyalip Bersamaan di Cibadak, Pengendara Motor Meninggal Dunia Usai Bertabrakan dengan Mikrobus
Dari Stok 20 Tahun, Cadangan Padi Adat Ciptamulya Diprediksi Tinggal 5 Tahun Usai Kebakaran
Leuit Kasepuhan Ciptamulya Tinggal Arang, Warga Berjuang Amankan Cadangan Pangan
Api Cepat Merambat di Ciptamulya, Kodim 0622 Sukabumi Bantu Kendalikan Kebakaran
Kasepuhan Ciptamulya Terbakar Hebat, Rumah Adat hingga Permukiman Ludes
Laka Maut Pasutri di Cijalingan Sukabumi, Suami Tewas Terlindas Truk dan Istri Patah Kaki

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 14:29 WIB

Wamenko Tantang Sukabumi Bangun Budaya Pilah Sampah di Setiap Desa

Rabu, 29 Juli 2026 - 13:12 WIB

Bukan Toko, Ini Swalayan Pakaian Gratis di Posko Korban Kebakaran Ciptamulya

Selasa, 28 Juli 2026 - 13:49 WIB

Nyalip Bersamaan di Cibadak, Pengendara Motor Meninggal Dunia Usai Bertabrakan dengan Mikrobus

Senin, 27 Juli 2026 - 10:37 WIB

Dari Stok 20 Tahun, Cadangan Padi Adat Ciptamulya Diprediksi Tinggal 5 Tahun Usai Kebakaran

Minggu, 26 Juli 2026 - 11:56 WIB

Leuit Kasepuhan Ciptamulya Tinggal Arang, Warga Berjuang Amankan Cadangan Pangan

Berita Terbaru