JURNALSUKABUMI.COM – PT Daya Mas Cisolok Geothermal (DMCG) menggelar program sosialisasi pendidikan energi panas bumi (geothermal) bagi generasi muda di Desa Sirnarasa, Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi, sebagai bagian dari komitmen pengembangan masyarakat dan edukasi energi bersih.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di dua lokasi, yakni MTS Ash-Shobariyah, Dusun Pangguyangan pada 16 April 2026, serta SMP Negeri 3 Satu Atap, Dusun Cingahasa pada 21 April 2026. Program ini diikuti sekitar 100 siswa yang tampak antusias mengenal potensi energi ramah lingkungan di wilayahnya.
Dalam kegiatan tersebut, para siswa diberikan pemahaman dasar mengenai energi panas bumi, mulai dari pengertian, manfaat hingga proses pemanfaatannya menjadi energi listrik. Dengan metode interaktif, siswa diajak memahami bahwa geothermal merupakan energi terbarukan yang berkelanjutan dan memiliki emisi karbon rendah dibandingkan energi fosil.
Kepala Teknik Panas Bumi (KTPB) DMCG, Doni Masditok, mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari investasi jangka panjang dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) lokal.
“DMCG berkomitmen mendorong pemerataan akses pengetahuan energi bersih, tidak hanya di wilayah perkotaan tetapi juga hingga ke pelosok desa. Dengan pemahaman yang setara, generasi muda di wilayah operasional kami diharapkan memiliki daya saing dan peluang karier yang lebih luas di era transisi energi,” ujarnya.
Ia menambahkan, pengenalan energi panas bumi sejak dini diharapkan mampu memotivasi siswa untuk melihat peluang besar di daerahnya serta mendorong lahirnya generasi yang siap berkontribusi dalam industri energi terbarukan.
Selama kegiatan berlangsung, para siswa menunjukkan antusiasme tinggi melalui diskusi aktif, khususnya terkait dampak positif pengelolaan panas bumi terhadap lingkungan dan ekonomi lokal.
Salah satu siswa SMP Negeri 3 Satu Atap, Agung, mengaku mendapatkan wawasan baru dari kegiatan tersebut.
“Ternyata panas bumi adalah energi bersih yang penting untuk masa depan. Kita bisa menghasilkan listrik tanpa merusak lingkungan. Saya jadi termotivasi untuk bisa terlibat di bidang ini ke depan,” ungkapnya.
Doni menegaskan, keterlibatan generasi muda menjadi kunci dalam mendukung ketahanan energi nasional.
“Kami ingin membuka wawasan mereka sejak bangku sekolah agar melihat peluang nyata untuk berkontribusi bagi negeri. Antusiasme siswa di Desa Sirnarasa menjadi modal penting bagi keberlanjutan industri geothermal,” tambahnya.
Diketahui, energi panas bumi merupakan energi terbarukan yang memanfaatkan uap alami dari dalam bumi untuk menggerakkan turbin pembangkit listrik. Berbeda dengan energi konvensional, energi ini tersedia sepanjang waktu tanpa bergantung pada cuaca, sehingga menjadi salah satu pilar penting dalam transisi energi nasional.
Melalui kegiatan ini, DMCG berharap dapat terus tumbuh bersama masyarakat Sukabumi dalam mewujudkan lingkungan yang lebih hijau serta kemandirian energi.
Redaktur: Ujang Herlan












