JURNALSUKABUMI.COM – Stadion Surya Kencana di Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi, mengalami kerusakan cukup parah usai digunakan sebagai lokasi konser TerAmbyar Fest yang digelar pada Minggu (19/4) malam.
Alih-alih menjadi hiburan bagi masyarakat, konser yang dihadiri puluhan ribu penonton tersebut justru menyisakan persoalan. Kondisi stadion pasca acara memicu keprihatinan publik setelah area lapangan terlihat rusak dan dipenuhi lumpur.
Berdasarkan pantauan pada Senin (20/4), lapangan stadion berubah menjadi lautan lumpur. Kondisi ini diduga akibat tingginya aktivitas penonton yang memadati area lapangan, sementara struktur tanah tidak mampu menahan beban, terlebih dalam kondisi lembek.
Tak hanya itu, tumpukan sampah juga terlihat berserakan di berbagai sudut stadion. Pemandangan tersebut dinilai mencoreng wajah salah satu fasilitas olahraga kebanggaan warga Kota Sukabumi.
Kondisi ini pun menuai sorotan, terutama di tengah rencana Pemerintah Kota Sukabumi yang tengah mendorong renovasi Stadion Surya Kencana agar menjadi stadion bertaraf nasional.
Wali Kota Sukabumi, H. Ayep Zaki, sebelumnya menyampaikan bahwa pihaknya telah menjalin komunikasi dengan pemerintah pusat guna mendukung rencana tersebut. Ia mengaku telah mengirimkan surat permohonan audiensi kepada Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
“Tunggu saya bekerja dua tahun. Saya sudah berkoordinasi dengan Menteri PUPR dan mengirim surat audiensi untuk meminta dukungan renovasi dan pembangunan Stadion Surya Kencana,” ujarnya.
Peristiwa ini menjadi catatan penting dalam pengelolaan kegiatan berskala besar di fasilitas publik. Ke depan, penyelenggaraan acara diharapkan tetap memperhatikan aspek kebersihan, keamanan, serta keberlanjutan fungsi sarana olahraga.
Reporter: Rizqi Taupiq | Redaktur: Ujang Herlan












