Kontraktor Jalan Gudang Minta Maaf, Janji Percepat Pengerjaan Usai Keluhan Omzet Toko Menurun

Kamis, 23 April 2026 - 18:56 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Kontraktor pelaksana proyek rehabilitasi Jalan Gudang, Kota Sukabumi, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat dan pelaku usaha yang terdampak pengerjaan proyek tersebut. Permintaan maaf ini disampaikan menyusul keluhan sejumlah pemilik toko yang mengaku mengalami penurunan omzet akibat akses jalan yang terganggu.

Pelaksana Lapangan CV Rangga Buana, Ade Nenda, mengatakan pihaknya menerima berbagai masukan dari masyarakat terkait dampak proyek yang sedang berlangsung.

“Kami mohon maaf sebesar-besarnya atas dampak perbaikan Jalan Gudang ini, terutama kepada pemilik toko yang merasa terganggu,” ujarnya, Kamis (23/4).

Ia mengakui, proses pengerjaan proyek memang menimbulkan ketidaknyamanan, khususnya bagi pelaku usaha di sepanjang ruas jalan tersebut. Meski demikian, ia menegaskan bahwa proyek rehabilitasi dilakukan untuk kepentingan umum guna meningkatkan kualitas dan kenyamanan akses lalu lintas di kawasan tersebut.

“Kami memahami adanya penurunan omzet dan aktivitas usaha yang terganggu. Namun, ini demi kepentingan bersama agar ke depan akses jalan menjadi lebih baik,” jelasnya.

Sebagai bentuk respons atas keluhan yang muncul, pihak kontraktor berkomitmen untuk mempercepat proses pengerjaan proyek. Selain itu, mereka juga membuka ruang komunikasi bagi para pelaku usaha yang membutuhkan akses sementara ke lokasi usahanya.

“Jika memang membutuhkan akses, silakan berkoordinasi dengan kami. Kami bisa memberikan jeda atau membuka sementara sebelum pembongkaran. Kemungkinan sebelumnya terjadi miskomunikasi,” tambahnya.

Pihak kontraktor juga berharap masyarakat dapat memberikan dukungan dan bersabar selama proses pengerjaan berlangsung, sembari memastikan komunikasi antara pelaksana proyek dan warga terus ditingkatkan guna meminimalkan dampak yang terjadi.

Reporter: Rizqi Taufiq | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Ngeyel! Pengerukan Tanah Merah di Nagrak Masih Beroperasi
Mayat Tanpa Identitas Ditemukan Membusuk di Kebun Jati Sukabumi
Dua Remaja Terseret Ombak Pantai Cibuaya Ditemukan Tewas
Video Bocah Menangis Minta MBG Viral, SPPG Polres Gegerbitung 3 Ungkap Alasan Distribusi Terhenti? 
Buaya 70 Kg Terjerat Jaring di Sungai Cibubuay, Warga Simpenan Sebut Ada Buaya Kedua
Nelayan Temukan Jasad Mengapung, Ternyata Pelajar Hilang Terseret Ombak 4 Hari Lalu
Bukan Pelanggan! Sanca 3 Meter Tiba-tiba Kagetkan Pemilik Warung di Palabuhanratu 
Pengerukan Tanah Merah Belum Berizin Kembali Disorot, BEM PTNU Desak Penghentian Sementara!

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 16:37 WIB

Ngeyel! Pengerukan Tanah Merah di Nagrak Masih Beroperasi

Selasa, 13 Oktober 2026 - 16:00 WIB

Mayat Tanpa Identitas Ditemukan Membusuk di Kebun Jati Sukabumi

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:43 WIB

Dua Remaja Terseret Ombak Pantai Cibuaya Ditemukan Tewas

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:04 WIB

Video Bocah Menangis Minta MBG Viral, SPPG Polres Gegerbitung 3 Ungkap Alasan Distribusi Terhenti? 

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:35 WIB

Buaya 70 Kg Terjerat Jaring di Sungai Cibubuay, Warga Simpenan Sebut Ada Buaya Kedua

Berita Terbaru

HEADLINE

Ngeyel! Pengerukan Tanah Merah di Nagrak Masih Beroperasi

Selasa, 13 Okt 2026 - 16:37 WIB

HEADLINE

Mayat Tanpa Identitas Ditemukan Membusuk di Kebun Jati Sukabumi

Selasa, 13 Okt 2026 - 16:00 WIB