JURNALSUKABUMI.COM – Sekertaris Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, Denis Eriska menyebut, sejumlah petani cabai kini memilih panen lebih awal.
Karena menurutnya, hal itu dilakukan dapat menjaga pasokan di setiap pasar dan menjaga kestabilan harga.
“Pada saat harga cabai tinggi harus dibantu supalainya supaya harga di pasar terkendali. Kemudian panen lebih awal mungkin akan membantu pasokan lebih cepat,” kata Denis kepada jurnalsukabumi.com, Jumat (07/10/2022).
Kondisi itu, lanjut Denis, salah satunya dimanfaatkan para petani cabai di Desa Cibuntu, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi.
“Informaisnya, para petani di sana memang saat ini memilih melakukan panen cabai lebih awal meski kualitas menurun,” tabdasnya.
Sementara itu, Petani di Desa Cibuntu, Herman mengaku, harga cabai rawit di pasaran saat ini memang maish tinggi. Langkah panen awal ini dimanfaatkan guna mengejar keuntungan di tengah terjadinya kenaikan harga di masing-masing pasar.
“Sejak naiknya harga cabai rawit di pasaran membuat para kuli pemetik cabai ikut mendapatkan berkah,” akunya.
Menurut ia, sejak kenaikan harga cabai di pasaran, para petani banyak memetik berkah dibalik hal itu, selain menghasilkan puluhan kilo cabai, juga mendapat keuntungan tinggi.
“Dalam satu hari mampu memetik cabai rawit hingga 40 kilo, dengan harga tiga hingga empat ribu rupiah untuk harga perkilonya,” terangnya.
Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan












