Kadiskan Sebut Budidaya Sidat Butuh Kearifan dan Kelestarian Sumberdaya Alam

Selasa, 9 Agustus 2022 - 20:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Kepala Dinas Perikanan, Nunung Nurhayati menyebut bahwa budidaya sidat membutuhkan kearifan dan kelestarian sumber daya alam. Hal itu dikatakan Nunung, saat melakukan Sosialisasi Pemantauan Data Sidat bersama KUB Sidat Mandiri dan Pelaku Usaha di Sekitar DAS Cimandiri.  Acara berlangsung di Sekretariat KUB Sidat Mandiri Kampung Selakopi, Desa Cidadap, Kecamatan Simpenan, Selasa (9/8/22).

‘Selain itu Multiplier effect-nya  dapat menyerap tenaga kerja dalam kegiatan-kegiatan budidaya, pengolahan dan produksi dan pemasaran. Karena itu, harus dilakukan secara sungguh-sungguh dengan prinsip kearifan dan kelestarian sumberdaya alam,” kata Nunung.

Dia menjelaskan, potensi sumber daya sidat,  cukup besar sehingga perlu pemanfaatannya yang optimal dan bisa memberikan manfaat yang signifikan khususnya bagi pembudidaya
Turut hadir dalam kesempatan tersebut penyuluh perikanan,  pengepul dan nelayan sidat dan pelaku usaha perikanan disekitar DAS Cimandiri.

Dalam Sosialisasi disampaikan oleh Sub Koordinator Pengelolaan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan, bahwa pendataan sangat perlu dilakukan, data tersebut merupakan sumber informasi yang nantinya dijadikan sebagai bahan penyusunan kebijakan

Berdasarkan data, selain sidat, potensi perikanan di sekitar muara juga terdapat ikan koro, bawal, loang, jungkul, jambal,
baung, patin, keong, susuh dan ikan lainnya

Nunung mengimbau, agar nelayan memiliki asuransi berupa BPJS ketenagakerjaan guna memberikan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan kepada pelaku usaha perikanan.
Sementara itu, para Nelayan berharap adanya fasilitasi bantuan alat tangkap bagi
nelayan di perairan darat untuk membantu kelancaran usahanya.

Redaktur: Usep Mulyana

Berita Terkait

BPR Sukabumi Ingatkan Bahaya Bank Emok, Pinjaman Cepat Bisa Berujung Tercekik
Tabungan Tahara dan Siwajar Makin Diminati, BPR Sukabumi Catat Pertumbuhan Positif
Paripurna DPRD, Penyampaian Perubahan Perumda AMTJM Menjadi Perseroda
Tahun Ajaran Baru Jadi Momentum Menabung, Minat Tabungan SiWajar di BPR Sukabumi Meningkat
BPOM Apresiasi Otsuka, Pabrik di Pasuruan Jadi Contoh Penerapan Keamanan Pangan Nasional
SCG Dukung Keandalan Sistem Utilitas untuk Produktivitas Industri Manufaktur Berkelanjutan
Memasuki Lebih Tiga Dekade, BPR NPB 11 Tetap Melayani dengan Hati, Berkarya untuk Negeri
BPR Sukabumi Percepat Layanan Digital, Pendaftaran Nasabah Kini Bisa Dimulai dari Genggaman

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 12:35 WIB

BPR Sukabumi Ingatkan Bahaya Bank Emok, Pinjaman Cepat Bisa Berujung Tercekik

Rabu, 22 Juli 2026 - 10:27 WIB

Tabungan Tahara dan Siwajar Makin Diminati, BPR Sukabumi Catat Pertumbuhan Positif

Selasa, 21 Juli 2026 - 21:24 WIB

Paripurna DPRD, Penyampaian Perubahan Perumda AMTJM Menjadi Perseroda

Rabu, 15 Juli 2026 - 08:04 WIB

Tahun Ajaran Baru Jadi Momentum Menabung, Minat Tabungan SiWajar di BPR Sukabumi Meningkat

Jumat, 10 Juli 2026 - 11:31 WIB

BPOM Apresiasi Otsuka, Pabrik di Pasuruan Jadi Contoh Penerapan Keamanan Pangan Nasional

Berita Terbaru