JURNALSUKABUMI.COM – Kepala Dinas Perikanan, Nunung Nurhayati menyebut bahwa budidaya sidat membutuhkan kearifan dan kelestarian sumber daya alam. Hal itu dikatakan Nunung, saat melakukan Sosialisasi Pemantauan Data Sidat bersama KUB Sidat Mandiri dan Pelaku Usaha di Sekitar DAS Cimandiri. Acara berlangsung di Sekretariat KUB Sidat Mandiri Kampung Selakopi, Desa Cidadap, Kecamatan Simpenan, Selasa (9/8/22).
‘Selain itu Multiplier effect-nya dapat menyerap tenaga kerja dalam kegiatan-kegiatan budidaya, pengolahan dan produksi dan pemasaran. Karena itu, harus dilakukan secara sungguh-sungguh dengan prinsip kearifan dan kelestarian sumberdaya alam,” kata Nunung.
Dia menjelaskan, potensi sumber daya sidat, cukup besar sehingga perlu pemanfaatannya yang optimal dan bisa memberikan manfaat yang signifikan khususnya bagi pembudidaya
Turut hadir dalam kesempatan tersebut penyuluh perikanan, pengepul dan nelayan sidat dan pelaku usaha perikanan disekitar DAS Cimandiri. 
Dalam Sosialisasi disampaikan oleh Sub Koordinator Pengelolaan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan, bahwa pendataan sangat perlu dilakukan, data tersebut merupakan sumber informasi yang nantinya dijadikan sebagai bahan penyusunan kebijakan
Berdasarkan data, selain sidat, potensi perikanan di sekitar muara juga terdapat ikan koro, bawal, loang, jungkul, jambal,
baung, patin, keong, susuh dan ikan lainnya
Nunung mengimbau, agar nelayan memiliki asuransi berupa BPJS ketenagakerjaan guna memberikan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan kepada pelaku usaha perikanan.
Sementara itu, para Nelayan berharap adanya fasilitasi bantuan alat tangkap bagi
nelayan di perairan darat untuk membantu kelancaran usahanya.
Redaktur: Usep Mulyana












