Hindari Jerat Rentenir, Warga Diminta Beralih jadi Nasabah BPR, Alasannya?

Jumat, 18 Maret 2022 - 09:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Perumda BPR Sukabumi, terus  menawarkan solusi yang cepat, terukur dan menguntungkan kepada warga, agar tidak terjerat tipu daya rentenir yang pergerakannya kian massive. Caranya, segera beralih menjadi nasabah BPR. Bank milik Pemkab Sukabumi itu, akan menjamin kepastian berusaha dan keamanan dana.miliknya.

Demikian disampaikan Kepala BPR Cabang Cibadak, Wendi Nurdiandi, kepada jurnalsukabumi.com, Jumat (18/3/22). Pada saat bersamaan hadir pula Kepala Cabang BPR Cikembar, Pipih Sopiawati dan Kepala Cabang BPR Parungkuda, Agus.

“Masih ada stigma di masyarakat, bahwa berhubungan dengan bank itu rumit. Padahal, sebenarnya tidak. Justru lewat bank, warga akan mendapatkan penjelasan yang komprehensif tentang masa depan usahanya,” kata Wendi.

Namun demikian kata dia, bank juga memiliki standar operasional prosedur (SOP) yang harus dilalui.

“Kita akan melakukan penelitian dan cek lapangan untuk mengetahui keberadaan calon nasabah tentang jenis usahanya, lama waktu usaha dan peluang  kesinambungan usahanya. Ini semua berkaitan dengan kemampuan pengembalian pinjaman dari para debitur,” ujarnya.

Kepala BPR Cabang Cikembar, Pipih Sopiawati menuturkan, pihaknya akan memberikan fasilitas dan kemudahan-kemudahan bagi para nasabah dan calon nasabah. Dia berharap, agar warga cepat menghentikan untuk berhubungan dengan para rentenir.

“Ada nasabah kami yang pernah terjebak  bujuk rayu rentenir sampai nangis-nangis di kantor. Dari Rp10 juta jadi Rp 15 juta pinjamannya. Meskipun bunganya sudah dibayar. Kalau ada rekan yang berhubungan dengan rentenir, coba bantu untuk menghentikannya,’ tegasnya.

Sementara itu, Kepala BPR Cabang Parungkuda, Agus mengatakan, BPR Parungkuda tetap akan menyalurkan kredit sahabat mikro bagi pelaku usaha ekonomi lemah.

“Sasaran kami adalah ekonomi lemah. Bank itu menggunakan analisa-analisa.Kalau rentenir itu asal menyalurkan dana tanpa pakai analisa. Kalau tingkat pengembaliannya atau kemampuan bayarnya baik,.kenapa tidak kita tingkatkan nilai pinjamannya,” kata Agus.

Terkadang kata Agus, ada anggapan di masyarakat  jika kredit sahabat mikro itu adalah hibah. Sehingga mereka merasa kalau dana itu pemberian. Sehingga tanggungjawabnya menjadi rendah.

Redaktur: Usep Mulyana

Berita Terkait

90 UMKM Sukabumi Dibina Naik Kelas, Fokus Tingkatkan Kualitas Produk dan Perluas Pasar
Antisipasi Pajak Kendaraan Tahunan, BPR Sukabumi Hadirkan Tabungan TAPAK
BPR Sukabumi Hadiri Peringatan Harkitnas 2026, Perkuat Komitmen Dukung Transformasi Digital
Jelang Iduladha, Berkah Mandiri Tawarkan Sapi Kurban Berkualitas dengan Harga Terjangkau
BPR Sukabumi Umumkan Pelayanan Operasional Bakal Buka Kembali Tanggal 18 Mei 2026
Wujud Nyata CSR, 4 Perusahaan di Gunungguruh Tuntaskan Perbaikan Drainase di Desa Cikujang
Pupuk NPK ‘Zonk’ Beredar, SMSI Sukabumi Raya Soroti Kinerja KP3 Sukabumi
Warga Cibadak Bakal Nikmati Perluasan Jaringan Air Bersih Perumda AMTJM

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 18:04 WIB

90 UMKM Sukabumi Dibina Naik Kelas, Fokus Tingkatkan Kualitas Produk dan Perluas Pasar

Kamis, 4 Juni 2026 - 11:28 WIB

Antisipasi Pajak Kendaraan Tahunan, BPR Sukabumi Hadirkan Tabungan TAPAK

Rabu, 20 Mei 2026 - 16:50 WIB

BPR Sukabumi Hadiri Peringatan Harkitnas 2026, Perkuat Komitmen Dukung Transformasi Digital

Sabtu, 16 Mei 2026 - 16:14 WIB

Jelang Iduladha, Berkah Mandiri Tawarkan Sapi Kurban Berkualitas dengan Harga Terjangkau

Rabu, 13 Mei 2026 - 20:52 WIB

BPR Sukabumi Umumkan Pelayanan Operasional Bakal Buka Kembali Tanggal 18 Mei 2026

Berita Terbaru

PERISTIWA

Dua Warga Nagrak Korban Pembacokan Masih Dirawat di Rumah Sakit

Jumat, 12 Jun 2026 - 11:15 WIB