JURNALSUKABUMI.COM – Dinas kesehatan Kabupaten Sukabumi, berkomitmen mendukung program Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengenai upaya pencapaian target penurunan stunting sebesar 14 persen pada 2024.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi, Rika Mutiara, melalui Nutritionist ahli muda, Devi Pratiktowati mengatakan, upaya penurunan stunting baik tingkat nasional maupun daerah setiap tahunnya menunjukkan kecenderungan positif.
“Berdasarkan survei status gizi Indonesia, setiap tahunnya dari 2018 hingga 2021 untuk Kabupaten sukabumi, mengalami penurunan, kini angka Pravelensi menjadi 24,2 persen,” ujar Devi Pratiktowati kepada jurnalsukabumi.com, Kamis (17/3/2022).
Untuk mencapai target itu, Devi menilai perlu sinkronisasi seluruh lapisan, baik dari tingkat Desa hingga Pusat. Sehingga pemerintah daerah khususnya Dinas Kesehatan dapat menyelamatkan ibu dan bayi, pencegahan penanggulangan stunting karena menyangkut masa depan generasi penerus bangsa.
“Stunting harus terus di sosialisasikan, karena untuk mendorong kesadaran seluruh masyarakat mengenai pentingnya mencukupi kebutuhan gizi guna menunjang pertumbuhan tubuh dan kesehatan sebagai manusia,” tuturnya.
Menurut ia, percepatan penurunan stunting sudah tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 72. Hal itu memberikan dasar hukum untuk melakukan penguatan kerangka substansi, intervensi, pendanaan, serta pemantauan dan evaluasi yang diperlukan dalam berbagai upaya percepatan penurunan stunting.
“Sebetulnya masalah stunting bisa diatasi dengan melakukan berbagai cara pencegahan. Salah satunya adalah dengan memenuhi ketercukupan gizi pada usia kehamilan. Pada masa menyusui lanjut dia, eorang ibu pun perlu memberikan asi eksklusif sampai bayi berusia enam bulan,” terangnya.
Ia menegaskan, intervensi gizi harus dilakukan sejak dini. Sebab, investasi ini adalah kunci membentuk masa depan masyarakat kita.
Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Usep Mulyana












