JURNALSUKABUMI.COM – Produk Tabungan Hari Raya (Tahara) milik Perumda Bank Perekonomian Rakyat (BPR) Sukabumi Cabang Cicurug rupanya belum tergeser dari posisinya sebagai pilihan utama masyarakat. Setelah sukses mencatatkan angka fantastis sebesar Rp 12 miliar pada tahun 2025 lalu, tren minat nasabah terhadap produk ini terpantau tetap stabil di tahun 2026.
Kepala Cabang BPR Sukabumi Cicurug, Andri A. Kemal, menjelaskan bahwa keberhasilan mencapai angka belasan miliar di tahun sebelumnya menjadi barometer kepercayaan publik terhadap pihaknya dalam mengelola Dana Pihak Ketiga (DPK) atau dana simpanan masyarakat.
“Tahun lalu kita mencatat sejarah dengan total simpanan Tahara mencapai Rp 12 miliar. Di tahun 2026 ini, antusiasme masyarakat tidak surut; Tahara tetap menjadi primadona utama,” ujar Andri kepada jurnalsukabumi.com, Rabu (15/04/2026).
Gebrakan Kredit PRIMAS
Selain kuat di sektor tabungan, BPR Cicurug juga gencar menyosialisasikan program PRIMAS (Pinjaman Rakyat Mandiri Sejahtera). Program ini merupakan terobosan Pemerintah Kabupaten Sukabumi untuk melawan jeratan bank emok dan pinjol.
Melalui Kredit PRIMAS, masyarakat atau pelaku usaha kecil bisa mendapatkan pinjaman modal tanpa bunga dan tanpa agunan. Nasabah hanya diwajibkan mengembalikan pokok pinjamannya saja, sementara beban bunga disubsidi oleh pemerintah daerah.
“Program PRIMAS ini sangat diburu karena meringankan beban rakyat. Kami ingin BPR hadir bukan sekadar bank, tapi solusi nyata bagi ekonomi warga,” tambah Andri.
Varian Produk Simpanan
Untuk melengkapi kebutuhan perencanaan keuangan, BPR Cicurug juga menawarkan instrumen lain seperti:
* Sibarokah (Simpanan Barokah)
* Siwajar (Simpanan Wajib Pelajar)
* Sitapak (Simpanan Pajak Kendaraan)
* TabunganKu
Dengan sinergi produk tabungan dan kredit yang pro-rakyat, BPR Sukabumi Cabang Cicurug optimis inklusi keuangan di Sukabumi Utara akan semakin kokoh.
Redaktur: Ujang Herlan












