JURNALSUKABUMI.COM – Dalam peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2025, Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Sukabumi mengangkat isu penting yang kerap terlupakan regenerasi petani muda sebagai pilar masa depan ketahanan pangan Indonesia.
“Pendidikan adalah jembatan emas untuk mencetak petani modern. Kami tidak hanya butuh lulusan pintar, tapi juga generasi muda yang mencintai dan memahami pertanian,” ungkap Kepala Distan, Sri Hastuty Harahap, Jumat (2/5/2025).
Seiring perkembangan zaman, profesi petani kerap dipandang sebelah mata. Namun Distan Sukabumi justru melihat potensi besar pada pelajar dan generasi muda untuk menjadi aktor penting dalam sektor pertanian modern.
Dengan dukungan pendidikan yang tepat, petani muda masa depan tidak lagi sekadar bertani secara tradisional. Mereka diharapkan menguasai teknologi, inovasi, hingga strategi pemasaran digital, sehingga mampu membawa hasil pertanian lokal bersaing di pasar global.
“Petani masa kini harus melek teknologi. Dari drone pertanian, e-commerce, hingga sistem irigasi pintar semua itu butuh SDM yang paham,” tegas Sri Hastuty.
Distan Sukabumi tak sekadar menyampaikan harapan. Sejumlah program kolaboratif dengan sekolah kejuruan (SMK pertanian) dan perguruan tinggi lokal terus dijalankan. Mulai dari pelatihan berbasis kurikulum vokasi, hingga praktik langsung di lahan percontohan pertanian terpadu.
Melalui kampanye edukatif di kalangan pelajar, Distan Sukabumi juga ingin merubah paradigma lama. Bahwa bertani bukanlah pekerjaan rendah, melainkan profesi strategis yang menyelamatkan bangsa dari krisis pangan dan membuka peluang ekonomi yang luas.
“Kami ingin anak muda bangga jadi petani. Mereka bisa menjadi inovator pangan, entrepreneur desa, bahkan teknokrat pertanian masa depan,” tandas Tuty.
Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan












