Ratusan Massa GCB Geruduk SPPG Cireundeu: Sampaikan 7 Tuntutan, Apa Saja?

Jumat, 5 Juni 2026 - 15:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Ratusan massa yang tergabung dalam Gerakan Cireundeu Bersatu (GCB) menggelar aksi unjuk rasa di depan Dapur SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) Cireundeu, Desa Girijaya, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, Jumat (5/6/2026).

Dalam aksi tersebut, massa menyampaikan tujuh tuntutan kepada pihak pengelola SPPG. Salah satu tuntutan utama yang disuarakan adalah mendesak pemilik SPPG untuk mengganti Kepala Dapur, Ahli Gizi, serta Akuntan yang bertugas.

Tujuh tuntutan yang disampaikan massa meliputi:

1. Mengganti Kepala Dapur, Ahli Gizi, dan Akuntan.

2. Menjalankan operasional dapur sesuai SOP.

3. Menutup dapur yang tidak memiliki IPAL sesuai ketentuan.

4. Menutup dapur yang tidak memiliki sertifikat laik higienis dan sanitasi.

5. Melibatkan UMKM setempat.

6. Mewujudkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dapur.

7. Melakukan audit terhadap operasional dapur SPPG.

Selain menyampaikan tujuh tuntutan tersebut, massa juga menyoroti kualitas menu yang disajikan. Mereka mengklaim makanan yang diproduksi tidak sesuai standar dan mengeluarkan bau menyengat.

Massa juga mempertanyakan keberadaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang dinilai tidak memenuhi ketentuan dan berpotensi mencemari lingkungan.

Koordinator aksi, Apih Endin, melalui pengeras suara meminta pihak pengelola dapur menemui massa dan memberikan penjelasan atas berbagai persoalan yang disampaikan.

Aksi berlangsung dengan pengawalan aparat gabungan dari unsur Kepolisian, TNI, dan Satpol PP guna mengantisipasi terjadinya gangguan keamanan dan ketertiban.

Reporter: CR24 | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Dulu Lahan ini Sawah Subur dengan Aliran Air Melimpah, Kini Tinggal Padang Rumput
17 Tahun Irigasi Mati, Dinas PU Dinilai Gagal Menyelamatkan Pertanian di Cikadu Sukabumi 
Tebak Skor Piala Dunia 2026 Bersama Hergun, 48 Pemenang Terima Hadiah
Memasuki Musim Kemarau, Petani Sukabumi Harapkan Bantuan Pompa Air untuk Menyelamatkan Panen
Gempa Magnitudo 5,0 Guncang Sukabumi, BPBD Pastikan Belum Ada Laporan Kerusakan
17 Tahun Irigasi Terbengkalai, Sawah Hilang, Warga Cikadu Gali Sumur di Bekas Saluran Air Demi Bertahan Hidup
Liburan Berubah Duka, Dua Pelajar Meninggal Terseret Ombak di Pantai Kapitol Sukabumi 
Resmi Dilantik, Kang Sule Kembali Pimpin SMSI Sukabumi Raya 2025–2028

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:53 WIB

Dulu Lahan ini Sawah Subur dengan Aliran Air Melimpah, Kini Tinggal Padang Rumput

Senin, 20 Juli 2026 - 21:23 WIB

17 Tahun Irigasi Mati, Dinas PU Dinilai Gagal Menyelamatkan Pertanian di Cikadu Sukabumi 

Senin, 20 Juli 2026 - 18:39 WIB

Tebak Skor Piala Dunia 2026 Bersama Hergun, 48 Pemenang Terima Hadiah

Senin, 20 Juli 2026 - 15:54 WIB

Memasuki Musim Kemarau, Petani Sukabumi Harapkan Bantuan Pompa Air untuk Menyelamatkan Panen

Minggu, 19 Juli 2026 - 16:30 WIB

Gempa Magnitudo 5,0 Guncang Sukabumi, BPBD Pastikan Belum Ada Laporan Kerusakan

Berita Terbaru