JURNALSUKABUMI.COM – Bupati Sukabumi, Marwan Hamami merespons maraknya kriminalitas yang terjadi di kalangan pelajar belakangan ini. Menurutnya, kontrol pengawasan dari orang tua harus lebih ditingkatkan, terutama dalam hal penggunaan media sosial bagi anak.
Belakangan ini pelajar tingkat SMP dan SMA di Sukabumi menjadi pelaku kriminalitas mulai dari pelecehan, penyimpangan seksual hingga pembunuhan. Hal itu tentu menjadi fenomena memprihatinkan.
“Ya itu kesalahan kita bersama ya, dengan tayangan media medsos kemudian orang tua di sana juga loss (hilang) dari pengawasan, pendidikan juga,” ujar Marwan di Pendopo Kabupaten Sukabumi, Kamis (08/05/2024).
Faktor ekonomi keluarga menurutnya turut mempengaruhi pengawasan orang tua kepada anak. Sebab, banyak orang tua yang sibuk bekerja di luar sehingga anaknya tidak diawasi.
“Nah ini yang mulai kita cermati untuk bisa diminimalisasi terutama faktor faktor ekonomi sangat dominan ketika ibu bapak bekerja di luar anak tidak terkontrol misalnya, ini menjadi sorotan yang luar biasa semua masyarakat,” ujarnya.
“Ya itu faktor ekonomi yang sangat dominan dan resumenya si anak anak itu juga di akhir karena faktor ekonomi,” sambung dia.
Pihak pemerintah melalui SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) terkait dan pemerintah desa juga akan terjun memberikan pengawasan. Dia juga meminta pihak sekolah juga ikut serta dalam mencegah terjadinya kriminalitas di kalangan pelajar.
“Harus semua jadi bukan di pemerintahan saja, bukan masalah terbatas juga karena tadi fungsi sosial ini tidak bisa berpikir hanya satu arah tidak linier tetapi harus seluruh persoalan dari mulai guru ngaji kalau di kita ya, guru sekolah,” tandasnya.
Reporter: Fira AFS | Redaktur: Ujang Herlan












