Cuaca Ekstrem, TPT Irigasi di Kadulawang Sukabumi Ambruk Timpa Rumah Warga

Senin, 13 April 2026 - 20:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Cuaca ekstrem yang mengguyur wilayah Kota Sukabumi kembali memicu bencana. Kali ini, Tembok Penahan Tanah (TPT) irigasi anak sungai Cipelang di Kampung Kadulawang RT 01/01, Kelurahan Cipanengah, Kecamatan Lembursitu, ambruk pada Senin (13/04/2026).

Insiden yang terjadi sekitar pukul 09.15 WIB tersebut tidak hanya merusak saluran irigasi, tetapi juga berdampak pada satu unit rumah warga dan area gudang distributor milik perusahaan swasta.

Kalak BPBD Kota Sukabumi melalui Danru Regu 1, Apud Mahpudin, mengungkapkan bahwa laporan diterima pihaknya dari kelurahan setempat melalui Call Center pada pukul 11.42 WIB. Tim pun segera diterjunkan ke lokasi untuk melakukan asesmen.

 

“Penyebabnya akibat dampak cuaca ekstrem. Ambruknya TPT irigasi ini berdampak pada satu unit rumah warga milik Ibu Eti, di mana bagian atap depannya mengalami kerusakan,” ujar Apud dalam keterangannya.

Berdasarkan hasil pengukuran di lapangan, TPT yang ambruk tersebut memiliki dimensi **panjang 8 meter, tinggi 6 meter, dengan ketebalan mencapai 1 meter. Material longsoran juga sempat menutup aliran drainase irigasi anak sungai Cipelang.

“Selain rumah warga yang mengalami rusak sedang, longsoran juga mengenai halaman belakang gudang distributor Indocafe (rusak ringan),” tambahnya.

Meski kerusakan fisik cukup nyata, BPBD memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa ini. Penghuni rumah pun hingga saat ini dilaporkan tidak ada yang mengungsi.

Pihak BPBD bersama unsur Kelurahan Cipanengah, RT/RW, dan warga setempat telah melakukan penanganan sementara di lokasi. Adapun kebutuhan mendesak saat ini adalah terpal untuk menutupi area longsoran guna mencegah pergeseran tanah susulan.

“Situasi akhir asesmen sudah selesai. Namun, kami mencatat area ini harus segera diperbaiki secara permanen karena dikhawatirkan terjadi longsor susulan yang bisa memicu banjir ke pemukiman warga,” tegasnya.

Untuk perbaikan permanen, material yang dibutuhkan meliputi semen, pasir, batu, dan bata. BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama bagi mereka yang tinggal di area perbukitan atau dekat dengan aliran sungai saat cuaca ekstrem melanda.

Redaktur: Ujang Herlan 

Berita Terkait

Longsor di Sukalarang Sukabumi, Satu Warga Meninggal Dunia
Sampah di Padaasih Cisaat Identik dari SPPG, Ilyas: Kami Tetap Turun Bersihkan!
Polusi Debu Proyek Tol Bocimi Seksi 3 Menghantui Warga Karangtengah Sukabumi
20 Tahun Tanpa Obat, Pelaku Pembacokan di Gunungguruh Positif Gangguan Jiwa Berat!
Long Weekend, Exit Tol Parungkuda Hingga Simpang Ratu Cibadak Padat Merayap
Kasus Dugaan Kekerasan Seksual di Ponpes Cicantayan, Sekda: Citra Sukabumi Tercoreng
Tragis, Pencari Rumput Ditemukan Meninggal di Aliran Sungai Cijambe
Asyik Mancing di Pulau Mandra Ciemas, Pemuda Asal Cisaat Hilang Terseret Arus 

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 20:39 WIB

Longsor di Sukalarang Sukabumi, Satu Warga Meninggal Dunia

Senin, 13 April 2026 - 20:58 WIB

Sampah di Padaasih Cisaat Identik dari SPPG, Ilyas: Kami Tetap Turun Bersihkan!

Senin, 13 April 2026 - 20:24 WIB

Cuaca Ekstrem, TPT Irigasi di Kadulawang Sukabumi Ambruk Timpa Rumah Warga

Senin, 13 April 2026 - 17:40 WIB

Polusi Debu Proyek Tol Bocimi Seksi 3 Menghantui Warga Karangtengah Sukabumi

Rabu, 8 April 2026 - 13:58 WIB

20 Tahun Tanpa Obat, Pelaku Pembacokan di Gunungguruh Positif Gangguan Jiwa Berat!

Berita Terbaru

HEADLINE

Longsor di Sukalarang Sukabumi, Satu Warga Meninggal Dunia

Kamis, 16 Apr 2026 - 20:39 WIB

RAGAM

Jaga Listrik, Jaga Nyawa Lewat Donor Darah

Kamis, 16 Apr 2026 - 12:54 WIB

gamespools

aceplay99

dewaslot88

slot anti rungkat

ace99play

slot777