JURNALSUKABUMI – Perumda Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Sukabumi Cabang Cisaat menyebut membangun strategi komunikasi yang baik kepada nasabah menjadi vitamin segar pasca pandemi Covid-19.
Kepala Cabang Cisaat Perumda BPR Sukabumi, Hery Firmansyah mengatakan, tahun 2022 kemarin menjadi tahun transisi. Sehingga tahun ini pihaknya fokus membangun kembali tatanan strategi yang belum terwujudkan saat masa pandemi.
“Jadi itulah makna yang sangat berarti di tahun 2022, khususnya untuk cabang Cisaat. Perlu kembali membangun konstelasi tatanan strategi komunikasi yang memang belum terwujud dan terbangun sampai saat ini, karena tahun 2021 kita terdampak pandemi,” kata Hery, Senin (27/03/2023).
Menurut dia, situasi yang sedang dihadapi sangat menarik untuk dikaji dan dianalisa Cabang Cisaat. Karena tahun 2022 adalah tahun transisi, sementara tahun 2023 ini masuk ke dalam kategori perubahan setelah pandemi.
Meskipun dalam prosesnya pemulihan tidak secepat bak membalikan telapak tangan. Karena itu perlu penyesuaian dalam membangun kembali komunikasi terutama dengan nasabah yang terdampak pandemi.
“Meski diterpa pandemi, Cabang Cisaat sudah melakukan sejumlah pencapaian selama tahun 2022. Alhamdulillah pencapaian target di tahun 2022 khususnya cabang kami tercapai kinerjanya. Ini tidak lepas dari kerjasama tim, juga dukungan dari kantor pusat,” ujar dia.
Hery menyebutkan, Cabang Cisaat saat ini mendapat Kategori Terbaik secara kinerja pencapaian target tahun 2022, di antara ketiga cabang lainnya. Untuk pencapaian target tersebut, kata dia, memang ada beberapa pencapaian target dari pihak ketiga, khususnya nasabah bermasalah.
Para nasabah yang menjadi kredit macet ini, masih dalam intensifikasi kunjungan yang terus menerus dilakukan. Karena dalam kondisi paska pandemi ini, pihaknya cukup memaklumi keadaan para nasabah yang memang belum pulih seluruhnya.
“Sehingga ada kendala terutama dalam pencapaian target penanganan kredit bermasalah. Kita semua memahami karena situasi ekonomi paska pandemi perlu adanya pembenahan terutama dari sektor usaha yang produktif,” tandasnya.
Reporter: Fira AFS | Redaktur: Ujang Herlan












