JURNALSUKABUMI.COM – Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT), Kecamatan Cikembar, berhasil meraih predikat juara umum sebanyak tiga kali berturut-turut dalam bidang akademik.
Demikian disampaikan Ketua FKDT Cikembar, Ijam Jamaludin, saat ditemui jurnalsukabumi.com, Rabu (28/12/22).
“Alhamdulillah, fKDT Cikembar telah meraih prestasi yang ketiga kalinya di tahun ini. Sebelumnya, prestasi yang sama diterima pada tahun 2016 dan 2018, Sementara 2020 kegiatan ditiadakan sementara karena pandemi Covid-19,’ kata ijam.
Disamping itu, FKDT Cikembar juga berprestasi dalam bidang administrasi. Untuk mendorong kinerja para guru, lembaga tersebut sangat memperhatikan kesejahteraan para guru. “Bukan sekedar besar atau kecilnya, tapi sebagai wujud perhatian kepada para guru dan kepala sekolah. Jumlah guru 420 orang ditambah dengan 65 kepala sekolah.” Ujarnya.
Program akademik yang tengah dikembangkan di FKDT Cikembar yakni lagi program pembelajaran kurikulum baru. Hingga saat ini di Kabupaten belum berjalan sebagaimana mestinya, seperti mengadakan pertemuan-pertemuan.
“Ini pandangan yang lain, kita sudah menjadi salah satu pioneer. Karena Cikembar sudah terbiasa. Saya Ketua pengembang kurikulum di Kabupaten Sukabumi, bisa mengatakan rintisannya harus dari Cikembar dulu supaya lebih mudah untuk mengembangkannya,” kata Ijam.
Menurutnya, saat ini sedang melakukan pemetaan kurikulum baru KIKD. Gunanya untuk mempermudah guru membedah kurikulum itu secara utuh. Sebab tidak ada pembatasan mana semester satu dan mana semester dua.
“Caranya yakni dengan menyentuh hari efektif dengan banyaknya pokok bahasan yang ada di kurikulum dan kesiapan bahan ajar. Untuk mempermudah guru dalam menyampaikan materi serta ada kesamaan standar di dunia pendidikan yang sama antara Madrasah ‘A’ dan Madrasah ‘B’ jadi per semesternya harus ada,” jelasnya.
Karena dalam membuat soal pun lanjut dia, nantinya dievaluasi oleh tim. Pihaknya, biasa mengawali kegiatan dengan rapat pengurus dan tim. “Nanti kalau kita punya satu bahan kita akan mengadakan rapat para kepala sekolah sebatas informasi,” terangnya.
Namun kalau secara teknis akan dikembalikan kepada guru dan operator. Kalau ada program untuk mengumpulkan guru apakah sistemnya per gugus atau per wilayah. Saat ini kita sudah punya draft program dari tujuh mata pelajaran Alquran, Hadist, Aqidah, Akhlak, Fiqih, Tarikh Islam dan bahasa arab, tambahnya.
Redaktur: Usep Mulyana












