JURNALSUKABUMI.COM – Bhabinkamtibmas Polsek Cibadak, Polres Sukabumi, Bripka Sandi Praja kembali melakukan terobosan positif yang patut ditiru. Aksi sosialnya kali ini yakni membangun sekolah SMK gratis bagi masyarakat kurang mampu dan yatim piatu.
Kapolsek Cibadak Polres Sukabumi, AKP Ridwan Ishak melalui Kasi Humas Polres Sukabumi, Ipda Aah Saepul Rohman mengatakan, langkah tersebut tentu sangat diapresuasi, juga dalam rangka mendukung program pemerintah wajib belajar 12 tahun serta menindaklanjuti program Polri Presisi.
“Inovasi Bhabinkamtibmas Polsek Cibadak, Polres Sukabumi, Bripka Sandi Praja tersebut merupakan bentuk dedikasi polri dalam mendukung program pemerintah.
Jurusan atau program bidang keahlian di SMK tersebut yaitu bidang Agribisnis pengolahan hasil pertanian (APH Pertanian), dan Agribisnis Pengolahan Hasil Perikananan (APH Perikanan),” ujarnya, Rabu (20/07/2022).
Lanjut Aah, sekolah yang didirikan tersebut diberi nama SMK Tunas Bhayangkara di bawah naungan Yayasan Pendidikan Laksamana Niscala Dandyaksa yang berlokasi di Kampung Jabon RT. 02/06, Desa Cidahu, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi. “Lokasi sekolah sendiri didirikan di tempat kampung halaman Bripka Sandi Praja sendiri,” kata Aah.
Adapun pengambilan nama sekolah tercetus dari nama sebutan alumni Bintara Polri Angkatan XXXII dari bahasa sansekerta yang artinya, Laksamana itu Berkemauan Keras, Niscala itu kokoh dan Danasdyaksa adalah Penjaga Kejayaan.
“Kalau disimpulkan arti dari Kalimat Laksamana Niscala Danadyaksa itu adalah seseorang yang berkemauan keras dengan pendirian yang kokoh untuk menjaga Kejayaan Bangsa dan Negara,” papar Aah.
Sementara itu, Bhabinkamtibmas Polsek Cibadak, Polres Sukabumi, Bripka Sandi Praja menambahkan, saat ini SMK Tunas Bhayangkara sendiri masih menginduk sementara ke SMK Bhayangkara Cisolok, sampai menunggu ijin pendirian selesai.
“SMK Tunas Bhayangkara sudah melakukan PPDB dan menerima 28 siswa, terdiri dari 15 siswa perempuan dan 13 laki laki yang rata-rata warga kurang mampu serta yatim piatu yang tidak memiliki biaya untuk melanjutkan sekolah,” kata Sandi.
Lanjut dia, SMK Tunas Bhayangkara berdiri di atas tanah seluas 3025 meter dan sudah atas nama yayasan. Kini, baru memiliki dua ruang kelas dengan masing masing kelas seluas 8×8 meter.
Untuk pembiayaan pembangunan sekolah sendiri, kata Sandi, yaitu dari hasil menabung dan pinjaman ke salah satu Bank BUMN dan sisa kekurangan pembangunan gedung baru sekolah didapat dari para donatur dermawan, pelaku usaha, tokoh masyarakat, tokoh agama yang secara gotong royong dikerjakan bersama warga di Kampung Jabon Manglid, Desa Cidahu, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi.
Tak kalah supportnya juga dari rekan satu angkatan XXXII Polres Sukabumi dan Juga didukung sepenuhnya oleh unsur Pemerintah Desa Cidahu dan Porkopimcam Cidahu.
“Bangunan sementara baru menghabiskan anggaran kurang lebih Rp 200 juta dan memakan waktu tiga bulan dengan atap beton,” tandasnya.
Redaktur: Ujang Herlan












