Demi Setetes Madu Hutan, Pepen Rela Pertaruhkan Nyawa di Pohon Raksasa Sukabumi

Minggu, 12 Juli 2026 - 13:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Manisnya madu hutan liar yang dinikmati banyak orang ternyata menyimpan kisah perjuangan penuh risiko. Demi menghidupi keluarganya, Pepen Supendi (36), warga Kampung Ciseupan Girang, Desa Seuseupan, Kecamatan Caringin, Kabupaten Sukabumi, rela mempertaruhkan nyawa saat berburu madu lebah liar di tengah hutan.

Setiap kali mencari madu, Pepen harus menembus belantara yang terjal, memanjat pohon-pohon raksasa hingga tebing setinggi puluhan meter untuk mencapai sarang lebah yang berada di lokasi sulit dijangkau. Ancaman jatuh dari ketinggian maupun sengatan ribuan lebah liar menjadi risiko yang selalu mengintainya.

Dengan perlengkapan yang terbatas, Pepen hanya mengandalkan pengalaman bertahun-tahun, keberanian, serta doa agar dapat kembali pulang dengan selamat.

“Saya sadar betul risikonya. Bisa terpeleset jatuh atau tersengat ratusan lebah hingga tubuh bengkak dan sesak napas. Saya pernah mengalaminya, tetapi ini keahlian yang saya miliki untuk mencari nafkah secara halal bagi keluarga,” ujar Pepen, Minggu (12/7/2026).

Bagi Pepen, setiap tetes madu yang berhasil dipanen bukan sekadar hasil alam. Di baliknya terdapat perjuangan, keringat, dan keberanian yang dipertaruhkan demi memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari.

Meski pekerjaan yang dijalaninya penuh bahaya, Pepen tetap bertahan karena berburu madu hutan telah menjadi sumber penghasilan utama bagi keluarganya. Ia berharap hasil yang diperoleh dapat terus membantu memenuhi kebutuhan hidup dan pendidikan anak-anaknya.

Kisah Pepen menjadi gambaran nyata bahwa di balik manisnya madu hutan yang tersaji di meja makan, tersimpan perjuangan keras seorang pencari nafkah yang setiap hari berhadapan dengan risiko maut demi keluarga.

Reporter: Idris Andriansah | Redaktur: Ujang Herlan 

Berita Terkait

Dari Refleksi hingga Cuan, KNPI Palabuhanratu Bongkar Catatan Kritis Perayaan HJKS Sukabumi
Parkir Per Jam Diberlakukan, Pengamat Soroti Fasilitas dan Ancaman Kebocoran PAD hingga Konflik
Kisah Kang Ilus, Perajin Gelang Simpay Ciptamulya Usai Kebakaran
AKBP Benny Cahyadi Kagum Sambutan dan Antusiasme Masyarakat Sukabumi Siap Bersinergi
Ketua DPRD Budi Azhar: AKBP Benny Cahyadi Bawa Semangat Baru untuk Kabupaten Sukabumi
Hergun Gelar Haul H. Maman Suparman Bertepatan Hari Kelahiran, 600 Anak Yatim Terima Santunan
AKBP Benny Cahyadi Mulai Bertugas, Polres Sukabumi Sambut Nahkoda Baru
Soal Dualisme KNPI Palabuhanratu, H. Junajah Kenang Masa Kepemimpinannya: Dulu Hanya Satu

Berita Terkait

Kamis, 6 Agustus 2026 - 11:01 WIB

Dari Refleksi hingga Cuan, KNPI Palabuhanratu Bongkar Catatan Kritis Perayaan HJKS Sukabumi

Rabu, 5 Agustus 2026 - 10:35 WIB

Parkir Per Jam Diberlakukan, Pengamat Soroti Fasilitas dan Ancaman Kebocoran PAD hingga Konflik

Minggu, 2 Agustus 2026 - 15:48 WIB

Kisah Kang Ilus, Perajin Gelang Simpay Ciptamulya Usai Kebakaran

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 08:56 WIB

AKBP Benny Cahyadi Kagum Sambutan dan Antusiasme Masyarakat Sukabumi Siap Bersinergi

Jumat, 31 Juli 2026 - 21:58 WIB

Ketua DPRD Budi Azhar: AKBP Benny Cahyadi Bawa Semangat Baru untuk Kabupaten Sukabumi

Berita Terbaru