JURNALSUKABUMI.COM – BPR Cabang Sagaranten, terus ikut aktif membantu para pelaku usaha mikro dalam penyaluran modal untuk mengembangkan usaha yang menjadi tulang punggung keluarga. Melalui dana pinjaman itu, mereka bisa memutar modal dari hasil kredit di BPR tersebut, diantaranya untuk usaha produksi gula merah dan menampung hasil pertanian pisang.
“Sebagaimana Visi dan Misi BPR Sukabumi yakni Tumbuh dan Berkembang Sebagai Mitra Usaha Andalan Kepercayaan Masyarakat. Salah satu misinya adalah untuk meningkatkan ekonomi daerah. Caranya menyalurkan kredit usaha kepada para pelaku usaha mikro salah satunya perajin gula merah,”kata Kepala Cabang BPR Sagaranten, Gogo Baetul Maznur, Rabu (1/6/22).
Sudah barang tentu, BPR Cabang Sagaranten dalam persoalan ini kata dia, harus mempu mengaplikasikan visi dan misi tersebut, dengan jalan memberikan modal/pinjaman kepada para pelaku UKM dengan bunga rendah. Semua itu, ada pada program Sahabat Mikro,tambahnya. 
Lebih lanjut dia menjelaskan, sampai saat ini, BPR Cabang Sagaranten, telah menyalurkan dana Sahabat Mikro sebesar Rp.675.000.000, dengan sisa saldo sebesar Rp. 409.950.277,-
Dalam menjaring nasabah, selain faktor kehati-hatian dalam pemberian kredit lanjut dia, pihaknya juga menerapkan prosedur pemberian kredit sesuai ketetapan perusahaan.
Dimana sebelum pemberian kredit dilakukan diperlukan analisa-analisa yang mendalam, agar pemberian kredit yang diberikan sampai kepada orang yang tepat dan benar-benar akan kembali. Langkah ini diperoleh dari hasil analisis penilaian kredit sebelum kredit tersebut disalurkan.
Kriteria penilaian yang umum dilakukan oleh bank untuk mendapatkan nasabah yang benar-benar layak untuk diberikan diantaranya dengan dilakukan prinsip 5C yaitu character, Capacity, Capital, Condition, Collateral.
Pada bagian lain Gogo juga menjelaskan, jenis usaha yang telah mendapat pinjaman dari BPR Cabang Sagaranten adalah para pelaku usaha yang bergerak di bidang usaha perdagangan berupa warung-warung kecil, warung nasi, jual beli hasil pertanian seperti pisang,kelapa maupun rempah-rempah.
Sedangkan produk usaha yang masih tetap eksis dalam pemberian modal usaha kepada nasabah di Cabang Sagaranten kebanyakan yang bergerak di bidang perdagangan.
“Walaupun kami bersaing dengan bank umum yang memiliki produk KUR dengan nilai pinjaman dapat lebih besar dari pinjaman yang kami berikan dengan suku bunga yang lebih rendah. Tapi Alhamdulillah, banyak nasabah yang masih mempercayai kinerja kami,”ujarnya.
Sementara untuk usaha home industri, di Cabang Sagaranten ada beberapa yang mendapat pinjaman, khususnya pinjaman kredit Sahabat Mikro antara lain yang bergerak di bidang kue/cemilan dan produk gula. Karena di Sagaranten belum banyak usaha home industri seperti di kota-kota lain,tambahnya.
Ditemui terpisah, seorang pengrajin gula, Jaja, mengaku sangat terbantu dengan dukungan modal usaha dari BPR Cabang Sagaranten untuk pengembangan usahanya. Hal senada juga disampaikan Neneng seorang petani pisang. Dengan bantuan modal usaha dari BPR, kini dia mampu mengirim hasil pertaniannya hingga ke Bogor bahkan sampai ke Bandung.
Redaktur: Usep Mulyana












