JURNALSUKABUMI.COM – Sistem utilitas seperti pengelolaan air, uap, listrik, dan udara, merupakan tulang punggung operasional industri manufaktur, khususnya industri yang berbasis material cair dalam jumlah besar seperti makanan, minuman, kimia, kosmetik, dan farmasi. Skala operasionalnya tergolong masif, satu pabrik bisa membutuhkan sekitar 500.000 hingga 2 juta liter air per hari untuk mendukung proses produksinya.
Tingginya volume kebutuhan tersebut menunjukkan betapa bergantungnya produktivitas harian pabrik pada keandalan sistem utilitas. SCG, melalui anak perusahaannya, PT Berjaya Nawaplastic Indonesia, menyoroti pentingnya industri manufaktur untuk berinvestasi dalam pembangunan infrastruktur utilitas pabrik yang andal, serta mampu mendukung praktik operasional yang berkelanjutan.
Presiden Direktur PT Berjaya Nawaplastic Indonesia, Bandhit Lertpalanan, menyampaikan “Perusahaan manufaktur perlu mulai memandang sistem utilitas sebagai investasi jangka panjang. Material perpipaan yang berkualitas, spesifikasi peralatan yang tepat, dan manajemen utilisasi peralatan menjadi faktor kunci. Dengan mempertimbangkan biaya utilitas secara menyeluruh, perusahaan dapat menjaga efisiensi biaya operasional, menjaga kapasitas serta kualitas produksi, serta menjaga keberlangsungan bisnis.”
Country Director SCG Indonesia, Warit Jintanawan, turut menyampaikan, “Industri manufaktur kini semakin bergerak ke arah praktik operasional berkelanjutan. Maka, sistem utilitas juga dituntut untuk mampu mendukung upaya tersebut. Sistem utilitas yang dirancang dengan baik dapat membantu pabrik meningkatkan efisiensi penggunaan energi dan air, mengurangi risiko kebocoran maupun gangguan operasional, serta memperpanjang umur pakai infrastruktur sehingga kebutuhan perbaikan dan penggantian dapat ditekan.
Melalui solusi perpipaan yang andal dan tahan lama, kami ingin mendukung pelaku industri manufaktur untuk mengurangi konsumsi energi berlebih, serta mencapai aspirasi dekarbonisasi.”
Salah satu fungsi sistem utilitas yang krusial adalah sirkulasi air untuk produksi, yang terdiri dari jaringan pipa besar yang mengawal seluruh proses produksi, mulai dari persiapan bahan baku, pemrosesan produk, hingga pembersihan dan sanitasi peralatan. Pipa digunakan untuk mengolah berbagai jenis cairan yang mungkin mengandung kotoran, mikroorganisme, dan mineral. Jika pipa tidak memiliki ketahanan yang mumpuni, pipa dengan mudah dapat tersumbat bahkan terkontaminasi. Jika terjadi pada pabrik makanan dan minuman kemasan, misalnya, kegagalan fungsi pipa dapat memicu kontaminasi pada produk, sehingga menciptakan risiko keamanan pangan.
Fungsi penting sistem utilitas lainnya adalah sebagai sistem pendingin (cooling tower). Sistem pendingin ini mengandalkan jaringan pipa, fitting, katup, pompa, dan penukar panas (heat exchanger). Ketika sistem perpipaan bermasalah, kinerja sistem pendinginan dapat menurun, dan kemudian menyebabkan mesin di pabrik memproduksi panas berlebih (overheating). Keadaan ini memaksa mesin-mesin mengonsumsi energi dan menghasilkan jejak karbon yang lebih besar.
Menjawab tantangan tersebut, SCG melalui PT Berjaya Nawaplastic Indonesia menghadirkan solusi sistem perpipaan berkualitas tinggi yang dirancang sebagai infrastruktur utilitas industri yang andal. Perusahaan menyediakan Pipa & Fitting PVC serta Pipa & Fitting PPR yang dapat digunakan antara lain untuk distribusi air bersih dan bahan kimia, sistem pendingin, serta pengolahan limbah dan drainase dalam kegiatan produksi manufaktur. Pipa & Fitting PVC serta Pipa & Fitting PPR adalah jenis pipa yang memiliki ketahanan terhadap tekanan dan kompresi. Material yang terlindungi dari paparan sinar UV juga membantu menjaga daya tahan sistem dalam jangka panjang, sehingga memaksimalkan masa pakai.
Pengelolaan aliran fluida yang stabil juga menjadi faktor penting dalam menjaga konsistensi proses produksi. Dalam hal ini, penggunaan Ball Valve SCG membantu mengatur aliran air pada berbagai tahapan operasional. Ketahanan terhadap suhu dan berbagai tingkat keasaman (pH) dapat membantu mengurangi risiko korosi yang berpotensi memengaruhi kinerja sistem. Penggunaan lem pipa dan fitting SCG dengan daya rekat yang kuat dapat membantu mengurangi risiko kebocoran, meningkatkan umur pakai instalasi, serta mendukung efisiensi pemeliharaan dalam jangka panjang.
Selain sistem distribusi fluida, keamanan instalasi kelistrikan juga menjadi bagian penting dari keandalan utilitas industri. Pipa Conduit SCG digunakan untuk melindungi kabel listrik dari potensi kerusakan yang dapat mengganggu aktivitas operasional. Fleksibilitas instalasi dan pemenuhan standar ketahanan api menjadi aspek penting dalam mendukung keamanan infrastruktur kelistrikan di lingkungan pabrik manufaktur.
Sejalan dengan prinsip Inclusive Green Growth, SCG melalui PT Berjaya Nawaplastic Indonesia tidak hanya berfokus pada keandalan dan daya tahan produk, tetapi juga mendorong praktik keberlanjutan melalui layanan garansi penggantian pipa yang rusak. Pipa yang rusak dikumpulkan dan diolah kembali untuk dimanfaatkan sebagai material baru, sehingga tidak berakhir sebagai limbah. Melalui pendekatan ekonomi sirkular ini, SCG melalui PT Berjaya Nawaplastic Indonesia turut membantu mengurangi sampah industri, memperpanjang siklus hidup material, serta mendukung operasional manufaktur yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
Dalam memproduksi pipa, SCG memiliki ekosistem terintegrasi yang mengawal seluruh rantai produksi dari hulu hingga hilir. Dari sisi hulu, pasokan bahan baku pipa disediakan langsung oleh PT TPC Indo Plastic and Chemical sebagai bagian dari SCG Chemicals. Di sisi hilir, PT Indocorr Packaging dari SCG Packaging (SCGP) menjadi penyedia kemasan yang telah mengantongi sertifikasi Green Label. SCG Barito Logistics dari SCG JWD berperan dalam memastikan distribusi berjalan lebih terintegrasi dan tepat waktu ke berbagai wilayah di Indonesia. Integrasi sistem tersebut menjadi nilai tambah karena menawarkan keandalan rantai pasok secara keseluruhan dan membantu mewujudkan efisiensi biaya.
Saat ini, produk pipa PVC dan fitting PVC yang diproduksi oleh SCG melalui PT Berjaya Nawaplastic Indonesia telah didistribusikan ke berbagai wilayah di Indonesia, termasuk Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Bali. Selain memenuhi kebutuhan pasar domestik, produk perusahaan juga telah dipasarkan ke pasar ekspor, termasuk Thailand.
Dengan dukungan produk berkualitas, jaringan distribusi luas, serta ekosistem rantai pasok terintegrasi, PT Berjaya Nawaplastic Indonesia adalah wujud konkret komitmen SCG dalam mengoptimalkan efisiensi bisnis serta sumber daya di sepanjang rantai nilai, serta membantu menekan penumpukan limbah industri dan mencegah pencemaran lingkungan sekitar. Upaya berkelanjutan tersebut sejalan dengan strategi Inclusive Green Growth untuk mendorong pertumbuhan industri yang lebih hijau, lebih efisien, dan lebih inklusif. Pendekatan ini membantu mengurangi jejak karbon operasional, mendukung pencapaian target menuju Net Zero 2050, serta menjadi fondasi penting bagi sektor manufaktur nasional untuk bertransformasi menuju ekosistem industri yang lebih berkelanjutan.
Redaktur: Ujang Herlan












