JURNALSUKABUMI.COM – Hendrik (60) Kepala Desa (Kades) Padabeughar, Kecamatan Jampang Tengah, Kabupaten Sukabumi, memilih berpenampilan sedikit berbeda dengan Kades pada umumnya.
Pasalnya, ia lebih senang menunjukan gaya nyentriknya di banding berpenampilan soft dan santun. Tapi tidak sedikit pula yang menyukai gaya kepeminpinannya yang spontan dan cuplas-ceplos.
Bahkan, orang nomor satu di Padabeunghar ini sudah tak asing lagi dengan penampilan memanjangkan rambut hingga sebahu dan menggunakan aksesoris seperti kalung dan batu akik yang menghiasi jari jemarinya adalah hobi bawaan sejak muda.
” Ini karakter asli saya. Hobi ini saya lakukan sejak saya duduk di bangku SMP. Kebiasaan ini sulit dihilangkan sampai jadi kepala desa seperti sekarang ini, “kata Hendrik kepada jurnalsukabumi.com, Kamis (4/2/21).
Sebelum menjadi kepala desa lanjut Hendrik , dia adalah mantan anggota TNI dengan pangkat terakhir sebagai Pembantu Letnan Dua (Pelda). Dia mengakhiri karir kemiliteran tahun 2014 lalu.
“Tahun 2014 saya berhenti dari keanggotaan TNI. Lalu 2017 mencalonkan diri dan terpilih jadi Kades Padabeughar periode 2017-2023,” terangnya.
Baginya, jabatan Kades itu adalah sebuah amanah yang harus dijaga dan dipertanggungjawabkan suatu saat nanti. Jadi, bekerja keras untuk mensejahtrakan warga Padabeughar dengan segala potensi yang dimiliki hukumnya adalah wajib.
“Sejak dilantik dan diambil sumpah, saya bertekad akan memberikan yang terbaik bagi warga. Sisa masa jabatan yang ada akan dimanfaatkan untuk mmbuat lagacy yang baik pula untuk perbaikan ekonomi, infrastruktur dan sosial,” ujarnya.
Jabatan ini pun difokuskan untuk mengabdikan diri dan meletakan dasar-dasar pemerintahan yang berorientasi pada good gouverment. Selebihnya digunakan untuk mencari kehidupan pribadinya.
“Bicara pendapatan, apa yang bisa diharapkan saat ini. Hampir separuh anggaran desa digunakan untuk penanggulangan Covid -19. Jadi kalau tidak mencari sampingan di luar, sulit diharapkan. Terkadang uang pribadi harus dikeluarkan untuk menutupi biaya operasional, ” terangnya.
Di samping itu, dia juga lebih menitikberatkan pada sektor pelayanan publik salah satunya bidang kesehatan. Karena, bidang ini menjadi prioritas disamping bidang infrastruktur.
“Guna mengoptimalkan pelayanan kesehatan, kami anggarkan Rp195 juta untuk pembelian satu unit mobil ambulans. Alhamdulillah, dengan adanya kendaraan kesehatan ini, urusan yang berkenaan dengan urusan orang sakit, bisa tertanggulangi dengan baik,” tandasnya.
Reporter: Usep Mulyana | Redaktur: Ujang Herlan












