JURNALSUKABUMI.COM – Kasus kematian NS (12), pelajar SMP asal Surade, Kabupaten Sukabumi, terus bergulir. Setelah dugaan penganiayaan oleh ibu tiri mencuat, kini ibu kandung korban, Lisnawati, resmi melaporkan mantan suaminya, AS ke Polres Sukabumi atas dugaan pembiaran dan penelantaran anak.
Laporan bernomor STPLB/106/II/2026/SPKT itu dilayangkan berdasarkan temuan bukti percakapan singkat yang memperlihatkan sikap AS dinilai dingin dan tidak responsif saat mengetahui kondisi NS tengah kritis, dua hari sebelum meninggal dunia pada Februari 2026.
Kuasa hukum Lisnawati, Krisna Murti, mengungkapkan bahwa komunikasi keluarga saat itu membahas kondisi korban yang terus memburuk. Namun respons AS dianggap jauh dari wajar bagi seorang ayah.
“Ketika diminta dibawa ke rumah sakit, jawabannya belum ada waktu, masih sibuk. Bahkan sempat mengatakan, kalaupun meninggal ikhlaskan saja,” tegas Krisna, Selasa (24/2/2026).
Kecurigaan keluarga semakin menguat saat melihat kondisi jenazah NS. Selain luka lebam, ditemukan pula bekas luka bakar dan kulit melepuh di sejumlah bagian tubuh korban.
“Pasal yang kami laporkan Pasal 76B juncto Pasal 77B terkait pembiaran. Korban baru dibawa ke rumah sakit keesokan harinya, padahal luka-luka itu terlihat jelas,” tambah Krisna.
Senada, anggota tim kuasa hukum lainnya, Mira Widyawati, menambahkan bahwa dalam pesan tertanggal 17 Februari, AS bahkan telah menyinggung lokasi pemakaman.
“Dia bilang, ya biarkan saja. Kalau meninggal, dimakamkan di pemakaman keluarga dekat pihak bapaknya,” ujar Mira.
Lisnawati mengaku baru bisa mengambil langkah hukum sekarang setelah bertahun-tahun tak diizinkan bertemu anaknya. Ia juga mengungkap trauma mendalam akibat kekerasan dalam rumah tangga yang dialaminya selama menikah dengan AS.
“Rambut saya pernah dipotong pakai golok. Saat saya hamil pun pernah diancam. Itu yang membuat saya sulit menjangkau anak saya,” ungkapnya.
Sebelum almarhum meninggal, NS diketahui sehari-hari tinggal di pesantren. Saat kejadian, ia tengah libur untuk persiapan berpuasa bersama keluarga. Ayah korban yang bekerja di Kota Sukabumi mendapat telepon dari istrinya agar segera pulang karena NS sakit.
Setibanya di rumah, korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Jampang Kulon. Namun nyawa NS tak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit tersebut.
Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan












