Jaga Kebersihan dan Kawasan, TNGGP Opsih Hasilkan 115 kg Sampah

Senin, 13 Oktober 2025 - 10:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (BBTNGGP) baru-baru ini menggelar Operasi Bersih (Opsih) yang masif, dengan fokus pada pengawasan pendakian ilegal dan penekanan sampah di jalur Selabintana menuju Alun-alun Suryakencana, pada 11 dan 12 Oktober 2025.

Operasi ini bukan sekadar penertiban biasa, melainkan implementasi arahan dari Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian Kehutanan untuk menguatkan pengawasan dan sekaligus edukasi.

“Kegiatan ini merupakan bentuk nyata komitmen kami menjaga kebersihan dan ketertiban kawasan, sekaligus menjadi sarana edukasi yang kuat bagi masyarakat dan komunitas pendaki tentang pentingnya bertanggung jawab di alam,” jelas Agus Deni, Humas TNGGP pada Senin (13/10/2025).

Kekuatan utama Opsih ini terletak pada kolaborasi. Total 43 personel diterjunkan, melibatkan Petugas Balai Besar TNGGP, unsur TNI/Polri, komunitas pecinta alam, volunteer lingkungan, hingga mahasiswa dan warga setempat.

Pembagian tim yang terstruktur, menempatkan mereka di empat titik kunci (Pos Cigeuber, Cileutik, Simpang Gemuruh, dan Alun-alun Suryakencana), menunjukkan keseriusan dalam operasi ini.

“Di Pos Cigeuber, penekanan khusus diberikan pada pencegahan dan penghadangan pendaki ilegal, yang berpotensi merusak ekosistem alami,” ungkapnya.

Sementara di seluruh jalur, upaya pengumpulan sampah menghasilkan total 15 karung sampah dengan bobot 115,5 kilogram.

Menurut data BBTNGGP, sebagian besar sampah yang diturunkan adalah sampah anorganik, seperti kemasan plastik dan botol minuman, yang sayangnya ditinggalkan oleh pengunjung.

Ancaman 115 kg sampah anorganik ini menjadi alasan utama TNGGP memperketat pengawasan di jalur pendakian, terutama Selabintana. Pihaknya kembali menekankan imbauan agar seluruh pihak mematuhi aturan.

“Kami berharap, melalui upaya ini, kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, aparat, akademisi, dan masyarakat terus menguat. Mari kita pastikan TNGGP tetap menjadi taman nasional yang bersih, aman, dan berkelanjutan. Patuhi prosedur resmi dan jangan tinggalkan sampah Anda,” tutupnya.

Reporter: Fira AFS | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Korve Jalur Palabuhanratu–Cisolok, DLH: Upaya Jaga Kualitas Lingkungan
Bikin Ngiler! Bakso Ikan Rumput Laut Rika di Karangtengah Cibadak, Lezat dan Sehat
Libur Lebaran 2026, Pantai Batu Bintang Diserbu Ribuan Pengunjung
H+2 Lebaran, Antrean Jalur Wisata Palabuhanratu Mengular, Waktu Tempuh Tembus 4 Jam
Pantai Selatan Sukabumi Diserbu Wisatawan, Lalu Lintas Padat dan Rekayasa Diberlakukan
Libur Lebaran Tersandera Jalan Rusak, Akses Wisata Selatan Sukabumi Macet Berjam-jam
Unik! Pos Pam Gadobangkong Disulap Jadi Benteng Lego saat Mudik Lebaran
Miliki Potensi Besar, Iman Adinugraha: Pariwisata Sukabumi Selatan Butuh Infrastruktur

Berita Terkait

Sabtu, 4 April 2026 - 09:53 WIB

Korve Jalur Palabuhanratu–Cisolok, DLH: Upaya Jaga Kualitas Lingkungan

Jumat, 3 April 2026 - 17:01 WIB

Bikin Ngiler! Bakso Ikan Rumput Laut Rika di Karangtengah Cibadak, Lezat dan Sehat

Selasa, 24 Maret 2026 - 20:55 WIB

Libur Lebaran 2026, Pantai Batu Bintang Diserbu Ribuan Pengunjung

Senin, 23 Maret 2026 - 13:21 WIB

H+2 Lebaran, Antrean Jalur Wisata Palabuhanratu Mengular, Waktu Tempuh Tembus 4 Jam

Minggu, 22 Maret 2026 - 18:46 WIB

Pantai Selatan Sukabumi Diserbu Wisatawan, Lalu Lintas Padat dan Rekayasa Diberlakukan

Berita Terbaru

HEADLINE

Longsor di Sukalarang Sukabumi, Satu Warga Meninggal Dunia

Kamis, 16 Apr 2026 - 20:39 WIB

gamespools

aceplay99

dewaslot88

slot anti rungkat

ace99play

slot777