Puncak Arus Balik Iduladha, Kemacetan di Cibadak Mengular hingga Jalur Alternatif Nagrak

Senin, 1 Juni 2026 - 15:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Puncak arus balik pasca-Lebaran Iduladha 1447 Hijriah yang bertepatan dengan libur Hari Lahir Pancasila, Senin (1/6/2026), menyebabkan kepadatan lalu lintas di wilayah Cibadak, Kabupaten Sukabumi. Antrean kendaraan mengular di sejumlah titik dan meluas hingga jalur alternatif Nagrak.

Berdasarkan pantauan Jurnalsukabumi.com sekira pukul 11.00 WIB, arus kendaraan dari arah Sukabumi menuju Bogor mulai mengalami kepadatan. Antrean kendaraan terlihat mengular panjang, terutama di kawasan Simpang Tiga Palabuhanratu dan Pasar Cibadak. Sementara itu, arus lalu lintas dari arah Bogor menuju Sukabumi terpantau masih relatif lancar.

Untuk menghindari kemacetan, sejumlah pengendara roda empat memilih melintasi jalur alternatif Nagrak. Namun, tingginya volume kendaraan membuat jalur tersebut juga mengalami kepadatan.

“Saya tadi dari Sukabumi masuk ke jalur alternatif Nagrak untuk menghindari macet di Cibadak. Tapi ternyata sama saja, tetap macet dan cukup lama keluar dari jalurnya,” ujar Doni, salah seorang pengendara.

Di tengah meningkatnya arus kendaraan, aparat kepolisian tampak bersiaga di sejumlah titik rawan kemacetan. Satuan Lalu Lintas juga telah menyiapkan berbagai langkah rekayasa lalu lintas, termasuk penerapan sistem satu arah (one way), guna mengantisipasi penumpukan kendaraan yang lebih parah.

Kepadatan arus lalu lintas diperkirakan masih akan berlangsung hingga malam hari. Meningkatnya volume kendaraan dipicu oleh masyarakat yang kembali dari libur panjang Iduladha dan Hari Lahir Pancasila, serta para pekerja yang akan kembali beraktivitas pada Selasa (2/6/2026).

Petugas mengimbau para pengendara untuk tetap berhati-hati selama perjalanan, memantau perkembangan kondisi lalu lintas, serta mematuhi arahan petugas di lapangan demi keselamatan dan kelancaran bersama.

Reporter: CR24 | Redaktur: Ujang Herlan 

Berita Terkait

Dulu Lahan ini Sawah Subur dengan Aliran Air Melimpah, Kini Tinggal Padang Rumput
17 Tahun Irigasi Mati, Dinas PU Dinilai Gagal Menyelamatkan Pertanian di Cikadu Sukabumi 
Tebak Skor Piala Dunia 2026 Bersama Hergun, 48 Pemenang Terima Hadiah
Memasuki Musim Kemarau, Petani Sukabumi Harapkan Bantuan Pompa Air untuk Menyelamatkan Panen
Gempa Magnitudo 5,0 Guncang Sukabumi, BPBD Pastikan Belum Ada Laporan Kerusakan
17 Tahun Irigasi Terbengkalai, Sawah Hilang, Warga Cikadu Gali Sumur di Bekas Saluran Air Demi Bertahan Hidup
Liburan Berubah Duka, Dua Pelajar Meninggal Terseret Ombak di Pantai Kapitol Sukabumi 
Resmi Dilantik, Kang Sule Kembali Pimpin SMSI Sukabumi Raya 2025–2028

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:53 WIB

Dulu Lahan ini Sawah Subur dengan Aliran Air Melimpah, Kini Tinggal Padang Rumput

Senin, 20 Juli 2026 - 21:23 WIB

17 Tahun Irigasi Mati, Dinas PU Dinilai Gagal Menyelamatkan Pertanian di Cikadu Sukabumi 

Senin, 20 Juli 2026 - 18:39 WIB

Tebak Skor Piala Dunia 2026 Bersama Hergun, 48 Pemenang Terima Hadiah

Senin, 20 Juli 2026 - 15:54 WIB

Memasuki Musim Kemarau, Petani Sukabumi Harapkan Bantuan Pompa Air untuk Menyelamatkan Panen

Minggu, 19 Juli 2026 - 16:30 WIB

Gempa Magnitudo 5,0 Guncang Sukabumi, BPBD Pastikan Belum Ada Laporan Kerusakan

Berita Terbaru