Terungkap dari Skrining Rutin, 10 Pegawai RSUD R. Syamsudin, SH Terlibat Narkoba

Jumat, 15 Agustus 2025 - 13:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – RSUD R. Syamsudin, SH mengambil langkah tegas setelah menemukan 10 pegawainya positif menggunakan narkoba.

Temuan ini terungkap dari hasil skrining kesehatan rutin yang merupakan bagian dari program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) rumah sakit.

Plt. Direktur RSUD R. Syamsudin, SH Yanyan Rusyandi, menjelaskan bahwa skrining ini dilakukan secara berkala untuk memastikan seluruh SDM yang memberikan pelayanan di rumah sakit dalam kondisi prima.

“Kami punya program K3, salah satunya adalah skrining. Bukan hanya skrining napza saja, tapi juga hepatitis dan kanker rahim,” ujar Yanyan, Jumat (15/08/2025).

Dari 10 pegawai yang positif narkoba, empat di antaranya berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN), lima pegawai BLUD, dan satu pegawai alih daya (outsourcing). Yanyan menegaskan, para pegawai ini langsung dibebastugaskan untuk sementara waktu.

“Untuk yang ASN, kami mengacu pada regulasi hukuman disiplin. Setelah dilakukan pemeriksaan, surat keputusan pembebasan tugas pun dibuat,” jelasnya.

Langkah ini dilakukan setelah Yanyan melaporkan temuan tersebut kepada Wali Kota Sukabumi selaku Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK).

“Arahan dari Pak Wali Kota sangat jelas, rumah sakit harus tegas dan menindaklanjuti sesuai regulasi yang berlaku,” katanya.

Bagi pegawai BLUD dan alih daya, status mereka sudah diberhentikan dari pekerjaan. Lebih lanjut, Yanyan membantah bahwa penggunaan narkoba ini karena beban kerja.

“Kami juga harus memastikan pelayanan kepada pasien tidak terganggu. Jadi, saat mereka dibebastugaskan, kami segera menyiapkan pengganti,” tambahnya.

Menurutnya, para pegawai tersebut menggunakan barang haram itu di luar jam kerja dan karena alasan pribadi, seperti masalah keluarga atau sekadar coba-coba.

Ia juga membantah adanya isu keterkaitan dengan hilangnya obat-obatan penenang di rumah sakit.

Meskipun demikian, Yanyan mengakui bahwa ada selisih antara stok dan barang di lapangan yang selalu menjadi perhatian.

Pihak rumah sakit telah memperketat pengawasan terhadap obat-obatan, terutama jenis narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya (napza), yang disimpan dalam kotak besi dengan dua kunci.

Meskipun demikian, ia menyebut bahwa para pegawai ini juga mendapatkan barang dari luar. “Mereka mendapatkan juga dari luar,” sambung dia.

 

Reporter: Fira AFS | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Dihantam Botol dan Batu Gegara Uang, Misteri Kerangka di Hutan Jati Sagaranten Akhirnya Terpecahkan
Kuasa Hukum Teni Ridha Shi Ajukan Eksepsi, Minta Surat Dakwaan Batal Demi Hukum
Dua Perusahaan Tambang di Sukabumi Didesak Bertanggung Jawab, Hak Ratusan Pekerja Belum Tuntas
Kejari Sukabumi Musnahkan Barang Bukti, Kasus Obat Terlarang Paling Menonjol
Gagal Kabur, Ayah Diduga Cabuli Anak Kandung Dibekuk Polisi di Parungkuda
Jeruji Sel Dijebol, Tahanan Polsek Lengkong Kabur dan Lukai Polisi Saat Dikejar
Kejari Sukabumi Terima Pelimpahan Kasus Kematian Nizam, Ayah Kandung Jadi Tersangka
Modus Bakso Isi Sabu Terbongkar, Lapas Sukabumi Perketat Pengawasan

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 22:33 WIB

Dihantam Botol dan Batu Gegara Uang, Misteri Kerangka di Hutan Jati Sagaranten Akhirnya Terpecahkan

Selasa, 14 Juli 2026 - 17:50 WIB

Kuasa Hukum Teni Ridha Shi Ajukan Eksepsi, Minta Surat Dakwaan Batal Demi Hukum

Jumat, 10 Juli 2026 - 15:41 WIB

Dua Perusahaan Tambang di Sukabumi Didesak Bertanggung Jawab, Hak Ratusan Pekerja Belum Tuntas

Jumat, 3 Juli 2026 - 12:27 WIB

Kejari Sukabumi Musnahkan Barang Bukti, Kasus Obat Terlarang Paling Menonjol

Selasa, 30 Juni 2026 - 12:52 WIB

Gagal Kabur, Ayah Diduga Cabuli Anak Kandung Dibekuk Polisi di Parungkuda

Berita Terbaru