JURNALSUKABUMI.COM – Pelestarian budaya tidak hanya menjadi tanggung jawab para pelaku seni maupun komunitas adat, tetapi juga membutuhkan peran aktif generasi muda. Hal tersebut menjadi perhatian Ketua DPK KNPI Palabuhanratu, Ari Awaludin, yang menilai pemuda memiliki posisi penting dalam menjaga warisan budaya leluhur.
Menurut Ari, budaya lokal merupakan bagian dari identitas masyarakat yang harus terus dirawat agar tidak hilang di tengah perkembangan zaman.
“Sebagai elemen pemuda, KNPI memandang pelestarian budaya dan tradisi lokal adalah fondasi penting dalam membangun karakter bangsa yang kuat,” ujar Ari, Senin (27/7/2026).
Hal tersebut disampaikan Ari dalam momentum Milangkala ke-8 Paguyuban Padjadjaran Anyar dengan tema Ngaruwat Lembur: Nyucruk Galur, Mapay Laratan, Ngaguar Titinggalan Karuhun Dina Ngamumule Adat, Tradisi, Jeung Budaya.
Ari mengatakan, perjalanan Paguyuban Padjadjaran Anyar selama delapan tahun menjadi bukti konsistensi dalam menjaga nilai-nilai budaya Sunda di Palabuhanratu dan Kabupaten Sukabumi.
“Di usianya yang kedelapan, Paguyuban Padjadjaran Anyar telah membuktikan konsistensinya sebagai garda terdepan dalam menjaga, merawat, serta melestarikan nilai-nilai luhur budaya Sunda,” katanya.
Menurutnya, kegiatan budaya seperti ngaruwat lembur bukan hanya menjadi bentuk pelestarian tradisi, tetapi juga menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengenal kembali akar budaya dan sejarah daerahnya.
Ari berharap semangat menjaga budaya dapat terus tumbuh di kalangan pemuda, sehingga budaya leluhur tidak hanya menjadi cerita masa lalu, tetapi tetap hidup dalam kehidupan masyarakat.
“Melalui semangat ngaruwat lembur, mari kita jadikan momentum ini sebagai perekat silaturahmi sekaligus pengingat bagi generasi muda untuk terus mencintai dan ngamumule budaya leluhur,” ucapnya.
Ia menegaskan, KNPI Palabuhanratu siap bersinergi dengan berbagai komunitas budaya dan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga kearifan lokal.
“Semoga terus bersinergi dengan para pemuda dan seluruh elemen masyarakat dalam memajukan Palabuhanratu yang berbudaya, bermartabat, dan tetap menjaga kearifan lokal,” tandas Ari.
Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan











