Disbudpora Jadi Garda Depan Budaya dalam Revalidasi CPUGGp 2025

Minggu, 13 April 2025 - 13:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Menjelang proses revalidasi Ciletuh Palabuhanratu UNESCO Global Geopark (CPUGGp) pada September 2025, Dinas Kebudayaan Kepemudaan dan Olahraga (Disbudpora) Kabupaten Sukabumi menempati peran kunci yang tak bisa dikesampingkan.

Bukan hanya sebagai pelengkap teknis, Disbudpora tampil sebagai garda depan yang menjaga denyut budaya lokal sekaligus menghubungkannya ke panggung dunia.

Kepala Disbudpora Kabupaten Sukabumi, Yudi Mulyadi, menegaskan bahwa lembaganya telah mengarahkan energi penuh untuk mendukung suksesnya proses revalidasi ini.

“Kami bukan hanya menyiapkan data, tetapi merawat ruh budaya yang menjadi nadi kawasan geopark ini,” tegasnya.

UNESCO tak hanya melihat keindahan lanskap atau keberagaman geologi dalam menilai sebuah geopark. Lebih dari itu, lembaga dunia ini menakar seberapa hidup nilai-nilai budaya yang tumbuh di dalamnya.

Di sinilah peran Disbudpora menjadi sentral. Lewat pengumpulan data sejarah, warisan budaya takbenda, hingga aktivitas seni dan pelestarian tradisi, Disbudpora menyusun mozaik yang mencerminkan karakter otentik masyarakat Sukabumi.

“Data ini bukan sekadar pelaporan administratif. Ia menjadi saksi bahwa CPUGGp bukan kawasan yang pasif, tapi terus tumbuh bersama manusianya,” kata Yudi.

Tak berhenti di ranah dokumentasi, Disbudpora juga tengah merancang agenda pertunjukan kesenian tradisional sebagai bagian dari atraksi budaya saat kunjungan tim asesor UNESCO. Seni-seni khas seperti gondang, dogdog lojor, dan ragam tari tradisional akan ditampilkan di titik-titik strategis, bukan hanya sebagai hiburan, tetapi sebagai pesan budaya yang menyapa dunia.

“Kami ingin tamu-tamu UNESCO merasakan bahwa budaya di sini tidak dibuat-buat, tapi memang hidup dan dijaga oleh masyarakatnya,” ujar Yudi.

CPUGGp yang telah menyandang status UNESCO Global Geopark sejak 2018 bukanlah gelar abadi. Ia harus dipertahankan melalui proses revalidasi setiap empat tahun sekali. Dan dalam proses inilah, peran kebudayaan menjadi ujung tombak yang bisa menentukan hasil akhir.

“Kami sadar ini bukan semata soal status internasional, tapi tentang bagaimana kita merawat identitas lokal yang menjadi kebanggaan bersama,” tutup Yudi.

Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

HIPMI BPC Kabupaten Sukabumi Buka Rekrutmen Anggota Baru 2026, Saatnya Pengusaha Muda Naik Level
Wujud Kekeluargaan, PT Cicatih Putra Sukabumi Tanam Kebaikan bagi Warga Sekitar
Peringatan May Day 2026 di Kota Sukabumi, Disnaker Perkuat Kebersamaan dan Kegiatan Produktif
Disnakertrans Sukabumi Perkuat Koordinasi Jelang May Day 2026
1.685 Pencaker Serbu Job Fair Sukabumi 2026, Peserta Didominasi dari Luar Kota
Soal Temuan Inspektorat Proyek Jalan Gudang, DPUTR Bakal Lakukan Evaluasi
Disnakertrans Sukabumi Gelar Persiapan May Day 2026, Dipastikan Kondusif
Peringati Hari Bumi 2026, DLH Bersih-bersih Jalan Utama di Wilayah Utara Sukabumi

Berita Terkait

Senin, 27 April 2026 - 18:45 WIB

HIPMI BPC Kabupaten Sukabumi Buka Rekrutmen Anggota Baru 2026, Saatnya Pengusaha Muda Naik Level

Senin, 27 April 2026 - 18:10 WIB

Wujud Kekeluargaan, PT Cicatih Putra Sukabumi Tanam Kebaikan bagi Warga Sekitar

Senin, 27 April 2026 - 00:01 WIB

Disnakertrans Sukabumi Perkuat Koordinasi Jelang May Day 2026

Minggu, 26 April 2026 - 06:06 WIB

1.685 Pencaker Serbu Job Fair Sukabumi 2026, Peserta Didominasi dari Luar Kota

Jumat, 24 April 2026 - 19:32 WIB

Soal Temuan Inspektorat Proyek Jalan Gudang, DPUTR Bakal Lakukan Evaluasi

Berita Terbaru

gamespools

aceplay99

dewaslot88

slot anti rungkat

ace99play

slot777