Polemik Pasca Eksekusi Lahan di Palabuhanratu: Klaim Kepemilikan Baru Muncul  

Rabu, 5 Maret 2025 - 23:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Eksekusi lahan seluas 1 hektar di Palabuhanratu yang sempat diwarnai aksi penolakan warga kini memunculkan polemik baru.

Pasca eksekusi yang dilakukan oleh Pengadilan Negeri (PN) Cibadak, muncul plang klaim kepemilikan lahan dari salah satu perusahaan di Sukabumi.

Berdasarkan pantauan di lokasi, plang berukuran 3×4 meter tersebut dipasang oleh Kantor Hukum Dr. Padlilah, yang menyatakan bahwa sebagian lahan tersebut masih merupakan kepemilikan PT. Anugrah Jaya Agung, sisa dari Eks HGU No. 10.

Dalam plang itu, terlihat arsiran berwarna kuning yang menunjukkan area yang diklaim oleh perusahaan di Kampung Cangehgar, RT 02/RW 02, Kelurahan Palabuhanratu, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi.

Kuasa Hukum Dr. Padilah menyoroti adanya kelebihan luasan eksekusi yang dilakukan oleh PN Cibadak, berdasarkan data kepemilikan yang dimiliki kliennya.

“Saya melihat data dari sertifikat No. 1887 atas nama Yudi Iskandar tersebut keberadaannya di belakang. Sehingga di bagian depan jalan itu ada lahan yang tidak masuk peta. Kami juga cocokkan dengan Sertifikat HGU No. 10 begitu juga,” ungkapnya.

Menurutnya, proses eksekusi seharusnya dilakukan secara teliti, terukur, dan terarah. Ia mempertanyakan apakah dalam eksekusi ini sudah dilakukan pengukuran ulang (konstatering) dengan melibatkan Badan Pertanahan Nasional (BPN) atau tidak.

“Kalau melibatkan BPN tentunya tidak bakal seperti ini dengan eksekusi yang keluar lahan. Karena BPN pasti memiliki data gambar dan luasan. Sudah barang tentu dalam gambar peta sertifikat saja sudah jelas mana lahan yang seharusnya dieksekusi,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa berdasarkan peta sertifikat, batas lahan sebenarnya sudah jelas.

“Di dalam peta sertifikat saya berkeyakinan bahwa garis itu sudah jelas mana yang berbatasan dengan jalan dan mana yang berbatasan dengan lahan eksekusi. Sesuai data fakta di sertifikat yang kami pegang,” tandasnya.

Hingga saat ini, PN Cibadak belum memberikan keterangan resmi terkait polemik yang muncul setelah eksekusi tersebut.

Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Dua Perusahaan Tambang di Sukabumi Didesak Bertanggung Jawab, Hak Ratusan Pekerja Belum Tuntas
Kejari Sukabumi Musnahkan Barang Bukti, Kasus Obat Terlarang Paling Menonjol
Gagal Kabur, Ayah Diduga Cabuli Anak Kandung Dibekuk Polisi di Parungkuda
Jeruji Sel Dijebol, Tahanan Polsek Lengkong Kabur dan Lukai Polisi Saat Dikejar
Kejari Sukabumi Terima Pelimpahan Kasus Kematian Nizam, Ayah Kandung Jadi Tersangka
Modus Bakso Isi Sabu Terbongkar, Lapas Sukabumi Perketat Pengawasan
Tersandung Korupsi Rp394 Juta, Kasus Kades Neglasari Masuk Persidangan
Menteri Agus Andrianto Apresiasi Kebun Sayur Lapas Warungkiara Jadi Bekal Kemandirian Warga Binaan 

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 15:41 WIB

Dua Perusahaan Tambang di Sukabumi Didesak Bertanggung Jawab, Hak Ratusan Pekerja Belum Tuntas

Jumat, 3 Juli 2026 - 12:27 WIB

Kejari Sukabumi Musnahkan Barang Bukti, Kasus Obat Terlarang Paling Menonjol

Selasa, 30 Juni 2026 - 12:52 WIB

Gagal Kabur, Ayah Diduga Cabuli Anak Kandung Dibekuk Polisi di Parungkuda

Jumat, 26 Juni 2026 - 15:12 WIB

Jeruji Sel Dijebol, Tahanan Polsek Lengkong Kabur dan Lukai Polisi Saat Dikejar

Kamis, 25 Juni 2026 - 18:56 WIB

Kejari Sukabumi Terima Pelimpahan Kasus Kematian Nizam, Ayah Kandung Jadi Tersangka

Berita Terbaru