Secara Virtual, Kang Iyos Somantri Ikuti Rakor bareng KPK

Selasa, 23 April 2024 - 17:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Rapat Koordinasi Program Pemberantasan Korupsi Wilayah II, Diseminasi MCP tahun 2024 dan tindaklanjut rekomendasi Hasil survei penilaian integritas (SPI) tahun 2023 dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI dilakukan secara Virtual dari Pendopo, Selasa (23/04/2024).

Hadir dalam kegiatan itu, Wakil Bupati Sukabumi, H. Iyos Somantri yang fokus mengikuti kegiatan dengan narasumber Inspektur Khusus Kemendagri RI, Teguh Narutomo dan Deputi Bidang Koordinasi Bidang Supervisi KPK RI, Didik Agung Widjanarko.

Dalam kegiatan, Teguh Narutomo menyampaikan bahwa Komisi KPK menciptakan aplikasi MCP untuk memudahkan monitoring, koordinasi dan supervisi pencegahan korupsi, yang dioperasikan oleh pemerintah daerah.

“MCP bertujuan menciptakan tata kelola pemerintahan yang baik, sehingga kita dapat memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat,” ungkap Teguh.

Sementara itu, Didik Agung Widjanarko Deputi Bidang Koordinasi Bidang Supervisi KPK RI dalam kesmpatan tersebut membahas sejumlah agenda di antaranya evaluasi program pemberantasan korupsi yang telah dilaksanakan, identifikasi potensi risiko korupsi.

“KPK mendorong Pemerintah Daerah untuk bekerja lebih keras dalam meningkatkan skor Monitoring Center for Prevention,” terangnya.

Menurutnya, MCP merupakan salah satu bentuk pengendalian internal yang sangat penting untuk pemberantasan korupsi di daerah, berupa perbaikan tata kelola, sekaligus evaluasi rekomendasi, tindak lanjut hasil survei penilaian integritas.

“Saya berharap agar pemda terus meningkatkan nilai MCP melalui delapan area cakupan intervensi. Mulai dari perizinan, pengadaan barang dan jasa, perencanaan dan penganggaran Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), pengawasan Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP), manajemen Aparatur Sipil Negara (ASN), manajemen aset daerah, optimalisasi pajak daerah, dan tata kelola keuangan,” tegasnya.

Wakil Bupati, H. Iyos Somantri mengatakan bahwa masalah Korupsi menjadi Perhatian pihak untuk mewujudkan pemerintah yang bersih.

“Dalam Rakor dilakukan upaya menyamakan Persepsi terkait dengan MCP dan monitoring oleh KPK, pemkab Sukabumi Akan berupaya memenuhi Indikator MCP 2024,” tambahnya.

Masih dikatakan Kang Iyos, panggilan akrabnya, Indikator yang ada di dalam MCP itu akan diupayakan bersama supaya terpenuhi demi Kabupaten Sukabumi yang lebih baik dan terbebas dari Korupsi.

Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

BPBD Sukabumi Siapkan Mahasiswa IPB Jadi Perpanjangan Tangan Edukasi Kebencanaan di Sekolah
RSUD Sekarwangi Kini Punya Cath Lab, Pasien Serangan Jantung Tak Lagi Harus Dirujuk ke Luar Sukabumi
Grundfos Foundation Bersama Wafaa Indonesia Resmikan Fasilitas Air Bersih dan Air Minum di Sukabumi
Enam PNS Pemkab Sukabumi Kena Sanksi Berat, Lima Dipecat dan Satu Demosi
Rakor Evaluasi MTA, Ade Suryaman: Pembinaan Mental dan Spiritual ASN Harus Menjadi Prioritas
Dinas Perikanan Ungkap Rumpon Jadi Persoalan Baru Nelayan Sukabumi, Perizinan Dinilai Terlalu Rumit
Dua Institusi Bersinergi, Kapolres Sukabumi Kota Sambangi Makodim 0607
Siapa Sangka! Bangunan yang Tampak Kumuh Ini Ternyata Dapur MBG, Warga Mengaku Terkejut

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 18:42 WIB

BPBD Sukabumi Siapkan Mahasiswa IPB Jadi Perpanjangan Tangan Edukasi Kebencanaan di Sekolah

Kamis, 16 Juli 2026 - 14:15 WIB

RSUD Sekarwangi Kini Punya Cath Lab, Pasien Serangan Jantung Tak Lagi Harus Dirujuk ke Luar Sukabumi

Rabu, 15 Juli 2026 - 20:52 WIB

Grundfos Foundation Bersama Wafaa Indonesia Resmikan Fasilitas Air Bersih dan Air Minum di Sukabumi

Rabu, 15 Juli 2026 - 19:38 WIB

Enam PNS Pemkab Sukabumi Kena Sanksi Berat, Lima Dipecat dan Satu Demosi

Rabu, 15 Juli 2026 - 17:05 WIB

Rakor Evaluasi MTA, Ade Suryaman: Pembinaan Mental dan Spiritual ASN Harus Menjadi Prioritas

Berita Terbaru