JURNALSUKABUMI.COM – Wakil Bupati Sukabumi Iyos Somantri mengatakan Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi menjadi ujung tombak dalam upaya percepatan pengentasan stunting.
Di mana peran dinkes sangat penting, di mana setiap adanya kasus stunting yang ditemukan, petugas kesehatan harus langsung ke lokasi untuk melakukan intervensi seperti pemberian asupan makanan bergizi dan lainnya.
Selain itu, pemantauan terhadap ibu hamil dengan kekurangan energi kronis (KEK) dan anemia juga menjadi perhatian utama agar bayi yang dilahirkan tidak terindikasi stunting.
Namun, Kang Iyos mengatakan bukan berarti, hanya dinkes saja yang bekerja untuk menekan dan mengetaskan kasus gagal tumbuh pada anak atau bayi, tetapi seluruh komponen harus ikut membantu dan berkolaborasi baik antar-perangkat daerah, badan usaha, komunitas hingga kader dan relawan.
Pada kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Program Rabu obseservasi dan aksi sinergi penanganan Stunting (Roasting) secara virtual bertempat di Pendopo Sukabumi.
Dimana pada kesempatan ini Kecamatan Waluran, Ciracap dan Ciemas memaparkan capaian penanganan stunting di wilayahnya.
Kang Iyos menyebutkan melalui gerakan Roasting ini bisa mengidentifikasi inovasi-inovasi yang sudah dilakukan kecamatan dan desa dalam mendukung percepatan penurunan stunting.
Menurutnya Program yang sudah di paparkan dari tiap kecamatan sudah baik hanya saja semua sasarannya harus lebih jelas untuk di intervensi sehingga penurunan Stunting bisa signifikan.
“Mengidentifikasi potensi sumber daya, kapasitas kecamatan dan desa yang dapat dikembangkan, Selain itu mengidentifikasi potensi kerjasama non-pemerintah dalam pelaksanaan percepatan penurunan stunting terintegrasi di kecamatan dan desa” jelasnya
Ia meminta kepada seluruh unsur yang terlibat untuk terus bekerja sama, berkolaborasi, dan berkoordinasi agar capaian stunting di Kabupaten Sukabumi bisa di bawah 14 persen.
Lebih lanjut, Wabup, meminta untuk mengkoordinasikan pelaksanaan program prioritas terkait percepatan penurunan stunting. Serta menguatkan peran seluruh stakeholders pembangunan dalam upaya mewujudkan Kabupaten Sukabumi Zero New Stunting.
Berkaitan dengan itu, Wabup berpesan kepada stakeholder yang berperan dalam penanganan stunting untuk memberikan perhatian kepada masyarakat yang terindikasi stunting untuk terus diberi asupan nutrisi.
“Ibu hamil KEK, ibu hamil anemia, diberi asupan nutrisi secara terus-menerus dan di-monitoring dengan rentang waktu minimal selama tiga bulan, sehingga kita lihat perkembangannya sampai tidak ada indikasi stunting lagi,” Pungkasnya.
Redaktur: AA Rohman












