JURNALSUKABUMI.COM – Dinas Perikanan Kabupaten Sukabumi mengandeng WWF menggelar pelatihan panduan penanganan dan transportasi benih budidaya sidat, berlangsung selama dua hari 27-28 Februari 2023, di Aula Kantor Disnak Kab Sukabumi.
Kepala Dinas Perikanan, Nunung Nurhayati, menerangkan sidat merupakan salah satu jenis komoditas perikanan yang bernilai ekonomi tinggi.
“Benih sidat merupakan sumber benih utama dalam kegiatan budidaya sidat dan keberadaannya masih mengandalkan hasil tangkapan di alam,” paparnya.
Dijelaskannya, di Kabupaten Sukabumi merupakan salah satu sentra penangkapan benih sidat dengan potensi 4.6 ton per tahun.
“Populasi sidat sangat kurang, data kebutuhan benih sidat per tahun belum terpetakan dengan baik, kesadaran masyarakat untuk melestarikan sidat masih rendah, juga dalam pengelolaan sidat belum terintegrasi,” ungkap Nunung.
Aktifitas budidaya sidat, kata Nunung, masih fluktuatif, peran aktif pemangku kepentingan masih beum optimal, kerusakan dan fragmentasi habitat sidat serta tinggi kematian ikan sdat selama budidaya.
“Dari permasalahan tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa diperlukan adanya perbaikan dalam hal penanganan dan pengangkutan benih sidat sehingga benih yang dibutuhkan untuk kegiatan budidaya berkualitas baik sehingga kegiatan budidayanya pun bisa berhasil dengan baik,” harapnya.
Lanjutnya, untuk itu Dinas Perikanan bekerjasama dengan WWF melaksanakan pelatihan mengenai panduan penanganan dan trasbportasi budidaya sidat dan cara penanggulangan hama dan penyakit pada budidaya ikan sidat dengan menghadirkan narasumber praktisi budidaya sidat dari Kabupaten Cilacap dan ahli hama penyakit ikan dari BRIN.
“Peserta pelatihan ini, terdiri dari para penangkap dan pengepul ikan sidat serta para pembudidaya ikan sidat,” pungkasnya.
Redaktur: Harisman












