JURNALSUKABUMI.COM – Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Sukabumi menyebut, kunjungan wisatawan paska libur natal 2022 dan pergantian tahun 2023 semakin menurun. Hal tersebut berdampak pada para pedagang di sejumlah objek wisata.
Kadispar Kabupaten Sukabumi Sigit Widarmadi melalui Kepala Seksi Destinasi Baru pada Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Riky Agus Ramdan mengatakan kunjungan wisatawan pada nataru kali ini terbilang menurun.
“Tahun ini terlihat menurun dibanding tahun tahun sebelumnya,” ujar Riky Agus Ramdan, Kamis (5/1/2023).
Adanya penurunan wisatawan masuk ke wilayah pantai selatan ini, berdampak pada perekonomian para pedagang yang berjualan disekitar pesisir pantai.
“Drastis sekali, karena kebanyakan masyarakat bergantung pada wisatawan, apalagi hari hari besar seperti skrang harusnya menambah perekonomian mereka,” terangnya.
Seperti halnya di rasakan pedagang di Pantai Karang Hawu, Iyan Sopyan. Ia mengaku kunjungan wisatawan sangat sepi, sehingga penghasilan sangat minim. Bahkan sbelumnya banyak yang memaksakan pinjam anggaran dari bank untuk memenuhi warungnya.
“Omset minim sekali, drastis sangat parah gak ada pengunjung. Semuanya hanya pengunjung lokal jadi di bawah mungkin 10 sampai 20 persen doang paling. Sangat jauh dari biasanya tahun baru tahun baru ke belakang,” ucap Iyan saat ditemui di lokasi.
Sopyan berharap, kedepannya pemerintah bisa menanggulangi bagaimana caranya menangkal hoax yang beredar, yang bisa berimbas pada kunjungan wisatawan.
“Sebenarnya kalau pedagang ini kan lebih kepada kalau bisa bagaimana pemerintah daerah bisa menangkal hoax hoax yang ada, tentang informasi informasi bencana khususnya yang akhirnya berdampak kepada wisata yang datang ke Palabuhanrat itu sih yang paling penting,” imbuhnya
Ditempat berbeda Sutardi Pedagang di RTH Citepus, menambahkan, keluhan pedagang kurang ramenya pengunjung sehingga berimbas sangat drastis pada penghasipan.
“Para pedagang mengeluh, kurang rame gak ada pengunjung, ditambah cuaca jelek, tidak seperti tahun lalu sangat jauh. Omset menurun drastis, kurang, jauh seperti dulu , gak ada setengah persen dari yang dulu gitu,” tandasnya.
Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan












