Sempat Kisruh, Pengendara Klub Motor Vs Warga di Nyalindung Berakhir Islah

Jumat, 19 Agustus 2022 - 22:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Baru-baru ini video pengendara motor gede (moge) yang diduga dipukul warga saat melewati kerumunan karnaval HUT RI viral di media sosial. Kasus itu telah diselesaikan secara islah atau damai.

Kapolsek Nyalindung AKP Dandan Gaos mengatakan, keputusan restorative justice atau islah ini diambil setelah pertemuan antara perwakilan keluarga korban inisial I dan R serta pelaku inisial J, I, F dan R.

“Pihak keluarga pelaku dan pihak keluarga korban dengan difasilitasi Polsek Nyalindung dan disaksikan oleh Kades Cijangkar, tokoh masyarakat, Babinsa dan Bhabinkamtibmas sepakat untuk berdamai serta menyelesaikan permasalahan tersebut dengan cara musyawarah kekeluargaan,” kata Dandan dalam keterangannya, Jumat (19/8/2022).

Dia mengatakan, pelaku menyadari kesalahannya dan meminta maaf kepada korban. Pelaku juga berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya dan akan membantu biaya pengobatan korban.

“Langkah RJ ini diambil untuk memenuhi rasa keadilan bagi kedua belah pihak khususnya pihak korban,” ujarnya.

Ia pun menghimbau kepada seluruh warga masyarakat untuk tidak main hakim sendiri, dan mengedepankan komunikasi yang baik dalam menyelesaikan masalah. Agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

Diberitakan sebelumnya, kasus dugaan pemukulan itu terjadi tepat pada hari kemerdekaan RI, Rabu (17/8/2022) di Jalan Raya Nyalindung, Desa Cijangkar, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi.

Kasus dugaan pemukulan itu bermula saat komunitas atau klub motor sedang melakukan touring dari arah Nyalindung menuju Kota Sukabumi. Kemudian ketika melewati kawanan masyarakat yang karnaval, kondisi jalan macet (buka tutup) dan salah satu korban memainkan gas motor, sehingga mengeluarkan suara yang mengganggu warga.

Reporter: Fira Alfi Syahrin | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Dihantam Botol dan Batu Gegara Uang, Misteri Kerangka di Hutan Jati Sagaranten Akhirnya Terpecahkan
Kuasa Hukum Teni Ridha Shi Ajukan Eksepsi, Minta Surat Dakwaan Batal Demi Hukum
Dua Perusahaan Tambang di Sukabumi Didesak Bertanggung Jawab, Hak Ratusan Pekerja Belum Tuntas
Kejari Sukabumi Musnahkan Barang Bukti, Kasus Obat Terlarang Paling Menonjol
Gagal Kabur, Ayah Diduga Cabuli Anak Kandung Dibekuk Polisi di Parungkuda
Jeruji Sel Dijebol, Tahanan Polsek Lengkong Kabur dan Lukai Polisi Saat Dikejar
Kejari Sukabumi Terima Pelimpahan Kasus Kematian Nizam, Ayah Kandung Jadi Tersangka
Modus Bakso Isi Sabu Terbongkar, Lapas Sukabumi Perketat Pengawasan

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 22:33 WIB

Dihantam Botol dan Batu Gegara Uang, Misteri Kerangka di Hutan Jati Sagaranten Akhirnya Terpecahkan

Selasa, 14 Juli 2026 - 17:50 WIB

Kuasa Hukum Teni Ridha Shi Ajukan Eksepsi, Minta Surat Dakwaan Batal Demi Hukum

Jumat, 10 Juli 2026 - 15:41 WIB

Dua Perusahaan Tambang di Sukabumi Didesak Bertanggung Jawab, Hak Ratusan Pekerja Belum Tuntas

Jumat, 3 Juli 2026 - 12:27 WIB

Kejari Sukabumi Musnahkan Barang Bukti, Kasus Obat Terlarang Paling Menonjol

Selasa, 30 Juni 2026 - 12:52 WIB

Gagal Kabur, Ayah Diduga Cabuli Anak Kandung Dibekuk Polisi di Parungkuda

Berita Terbaru