JURNALSUKABUMI.COM – Kalapas Kelas IIB Warungkiara, Ahmad Tohari, mengingatkan kepada seluruh peserta rehabilitasi sosial di lingkungan Lapas, mulai saat ini bertekad untuk berhenti menjadi pengguna dan pengedar. Bahkan mereka didorong untuk menjadi pionir bagi warga binaan lain, terlebih saat yang bersangkutan kelak kembali ke lingkungan masyarakat.
Demikian disampaikan Ahmad Tohari, saat menutup kegiatan Program Rehabilitasi Sosial bagi warga binaan narkoba di Gazebo Lapas Warungkiara, Rabu (3/8/22).
“Keluar dari sini, berhenti jadi pengguna dan pengedar. Kalian harus jadi pionir-pionir, minimal menjadi contoh yang bagi warga binaan lain. Di luar nanti, tentu harus menjadi teladan bagi masyarakat di lingkungannya,” tegas kalapas.
Menurutnya, ke depan disamping jadi agenda pembinaan yang bersifat umum, ada yang bersifat khusus dari program pemerintah dari direktorat yaitu diadakannya rehab, khusus narkoba. “Kami bekerjasama.dengan BNNK, konselor dan Dinas Kesehatan, tujuannya adalah untuk mengingatkan kembali, tentang bahaya narkoba,” ungkapnya.
Tidak hanya itu, rehabilitasi sosial tersebut juga bertujuan agar warga binaan, benar-benar berhenti terkait prilaku baik pemakai maupun bagi pengedar. Pada bagian lain dia mengatakan, jumlah warga binaan yang ada saat ini berjumlah 987 orang. Dari jumlah itu, sekitar 400 orang napi narkoba. Adapun peserta yang mengikuti acara tersebut, berjumlah 40.orang dari 200 orang di enam bulan pertama.
“Program ini, untuk kegiatan satu tahun dua kali masing-masing 200 orang, jadi totalnya 400 orang, Namun karena ada pembintangan atau penundaan dalam kegiatan ini. karena pemerintah, masih konsen menangani Covid-19. Pihak BNNK, Konselor dan Dinkes. Tiga bulan pertama di awal.dan di akhir tes urine. Sementara untuk pembenahan moral spritual, dilibatkan MUI di dalamnya,” ujarnya.
Redaktur: Usep Mulyana












