Kalapas Warungkiara Ingatkan Peserta Rehabilitasi Sosial Berhenti Jadi Pengguna dan Pengedar

Rabu, 3 Agustus 2022 - 16:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Kalapas Kelas IIB Warungkiara, Ahmad Tohari, mengingatkan kepada seluruh peserta rehabilitasi sosial di lingkungan Lapas, mulai saat ini bertekad untuk berhenti menjadi pengguna dan pengedar. Bahkan mereka didorong untuk menjadi pionir bagi warga binaan lain, terlebih saat yang bersangkutan kelak kembali ke lingkungan masyarakat.

Demikian disampaikan Ahmad Tohari, saat menutup kegiatan Program Rehabilitasi Sosial bagi warga binaan narkoba di Gazebo Lapas Warungkiara, Rabu (3/8/22).

“Keluar dari sini, berhenti jadi pengguna dan pengedar. Kalian harus jadi pionir-pionir, minimal  menjadi contoh yang bagi warga binaan lain. Di luar nanti, tentu harus menjadi teladan bagi masyarakat di lingkungannya,” tegas kalapas.

Menurutnya, ke depan disamping jadi agenda pembinaan yang bersifat umum, ada yang bersifat khusus dari program pemerintah dari direktorat yaitu diadakannya  rehab, khusus narkoba. “Kami bekerjasama.dengan BNNK, konselor dan Dinas Kesehatan, tujuannya adalah untuk mengingatkan kembali, tentang bahaya narkoba,” ungkapnya.

Tidak hanya itu, rehabilitasi sosial tersebut juga bertujuan agar warga binaan, benar-benar berhenti terkait prilaku baik pemakai maupun bagi pengedar. Pada bagian lain dia mengatakan, jumlah warga binaan  yang ada saat ini berjumlah 987 orang. Dari  jumlah itu, sekitar 400 orang napi narkoba. Adapun peserta yang mengikuti acara tersebut, berjumlah 40.orang dari 200 orang di enam bulan pertama.

“Program ini, untuk kegiatan satu tahun dua kali masing-masing 200 orang, jadi totalnya 400 orang, Namun karena ada pembintangan atau penundaan dalam kegiatan ini. karena pemerintah, masih konsen menangani Covid-19. Pihak BNNK, Konselor dan Dinkes. Tiga bulan pertama di awal.dan di akhir tes urine. Sementara untuk pembenahan moral spritual, dilibatkan MUI di dalamnya,” ujarnya.

Redaktur: Usep Mulyana

Berita Terkait

Kajari Kabupaten Sukabumi Hadiri Lepas Sambut Kajati Jabar: Siap Dukung Hukum Berkeadilan dan Berhati Nurani
Ibu Tiri Nizam Segera Diadili, Kejari Kabupaten Sukabumi Terima Pelimpahan Perkara
Polisi Ringkus Empat Pelaku Kasus Pengeroyokan Maut di Sukaraja, Dua Orang Masih Buron
Lapas Sukabumi Perkuat Zero Halinar, Gandeng TNI-Polri Razia dan Tes Urine
Polisi Bongkar Peredaran Sabu di Kota Sukabumi, Satu Tersangka Ditangkap dan Pemasok Diburu
Momentum Persaja Kabupaten Sukabumi: Tegakkan Keadilan dan Perkuat Solidaritas Adhyaksa
Hasil Autopsi: Luka Tusuk Tembus Paru-paru Jadi Penyebab Kematian
Stop Kriminalisasi: Kuasa Hukum Minta dr. Silvi Apriani Dibebaskan, Kasus Dinilai Bukan Pidana

Berita Terkait

Rabu, 3 Juni 2026 - 21:18 WIB

Kajari Kabupaten Sukabumi Hadiri Lepas Sambut Kajati Jabar: Siap Dukung Hukum Berkeadilan dan Berhati Nurani

Kamis, 21 Mei 2026 - 18:00 WIB

Ibu Tiri Nizam Segera Diadili, Kejari Kabupaten Sukabumi Terima Pelimpahan Perkara

Kamis, 14 Mei 2026 - 20:49 WIB

Polisi Ringkus Empat Pelaku Kasus Pengeroyokan Maut di Sukaraja, Dua Orang Masih Buron

Jumat, 8 Mei 2026 - 14:18 WIB

Lapas Sukabumi Perkuat Zero Halinar, Gandeng TNI-Polri Razia dan Tes Urine

Rabu, 6 Mei 2026 - 14:38 WIB

Polisi Bongkar Peredaran Sabu di Kota Sukabumi, Satu Tersangka Ditangkap dan Pemasok Diburu

Berita Terbaru