DPPKB Kabupaten Sukabumi Targetkan Tekan Angka Stunting Hingga 14% Tahun 2024

Selasa, 16 November 2021 - 06:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Sukabumi, menargetkan untuk menekan angka kasus stunting hingga 14% pada tahun 2024.

Demikian disampaikan Kepala Dinas DPPKB, Agus Sanusi kepada jurnalsukabumi.com, beberapa waktu lalu.

“Insya Allah untuk di Kabupaten Sukabumi, akan kami tekan hingga di bawah dari 14%. Kalau bisa lebih rendah lagi jadi 12%,” ujar Agus.

DPPKB kata Agus, telah memiliki cara ampuh untuk menurunkan kasus stunting. Salah satunya adalah dengan membentuk ribuan tim untuk melakukan percepatan penurunan penyakit gagal tumbuh pada usia anak di Kabupaten Sukabumi.

“Saat ini, di Kabupaten Sukabumi, telah terbentuk 6.300 tim untuk melakukan percepatan penurunan penyakit stunting,” kata dia.

Dalam percepatan penurunan kasus stunting di Kabupaten Sukabumi lanjutnya, DPPKB Kabupaten Sukabumi, juga menginisiasi lahurnya program pembentukan tim pendampingan dalam rangka pencegahan stunting.

Keberadaan tim tersebut, untuk mendampingi pasangan usia subur menjaga kehamilannya dan berinovasi untuk memberikan masukan terhadap pasangan usia subur tersebut. Tim terdiri dari tiga orang untuk setiap pasangan usia subur. Saat pembahasan itu, Agus Sanusi bersama Kasi Advokasi DPKKB Kabupaten Sukabumi Dedi Supriatna.

“Dalam satu tim ini, di dalamnya terdiri dari petugas kesehatan, petugas gizi dan penyuluh atau kader,” jelasnya.

Pada bagian lain Agus menjelaskan, program tersebut adalah bantuan yang dibiayai langsung dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) pusat.

Pada saat yang sama Agus mengatakan, dia juga memiliki program unggulan lainnya untuk menekan kasus stunting, kasus angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB).
Program itu adalah progam Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) atau KB untuk jangka panjang.

“Pak bupati mencanangkan program nasional ini menjadi program unggulan dalam percepatan dan penanggulangan penurunan stunting,” ungkapnya.

Untuk.itu kata Kadis DPPKB, dia terus secara intensif terus mendorong staf-stafnya dilapangan melalui setiap UPTD untuk terus menggencarkan sosialisasi dan edukasi untuk mengajak dan menggerakkan masyarakat secara luas untuk usia subur agar ikut ber KB untuk mencegah kasus stunting menjangkiti buah hati mereka.

Redaktur: Usep Mulyana

Berita Terkait

Pancasila di Tengah Tantangan Zaman, Pesan Bupati Sukabumi untuk Generasi Muda
DP3A Sukabumi Dorong Generasi Bebas Diskriminasi Melalui Program Cager
PLN UP3 Sukabumi Salurkan 6 Sapi dan 1 Kambing Kurban, Ribuan Warga Rasakan Manfaat Idul Adha
Membusuk di Pembaringan Selama 31 Tahun, Keluarga Terharu saat Bupati Sukabumi Datang ke Rumah Ahmad Yani
SMSI Dukung ADI Perjuangkan Kelayakan Gaji Dosen
SPPG Bantargadung Bojonggaling 2 Tebar Kepedulian Lewat Jumat Berkah dan Pemotongan Hewan Kurban
Apresiasi Kepedulian Hergun, Insan Pers Sukabumi: Beliau Bukan Sekadar Mitra, Tapi Orangtua
Semangat Berbagi di Iduladha, Kejari Kabupaten Sukabumi Kurbankan 2 Sapi

Berita Terkait

Senin, 1 Juni 2026 - 12:57 WIB

Pancasila di Tengah Tantangan Zaman, Pesan Bupati Sukabumi untuk Generasi Muda

Senin, 1 Juni 2026 - 12:14 WIB

DP3A Sukabumi Dorong Generasi Bebas Diskriminasi Melalui Program Cager

Minggu, 31 Mei 2026 - 21:53 WIB

PLN UP3 Sukabumi Salurkan 6 Sapi dan 1 Kambing Kurban, Ribuan Warga Rasakan Manfaat Idul Adha

Sabtu, 30 Mei 2026 - 16:22 WIB

Membusuk di Pembaringan Selama 31 Tahun, Keluarga Terharu saat Bupati Sukabumi Datang ke Rumah Ahmad Yani

Jumat, 29 Mei 2026 - 16:49 WIB

SMSI Dukung ADI Perjuangkan Kelayakan Gaji Dosen

Berita Terbaru