JURNALSUKABUMI.COM – Tempat Pemakaman Umum (TPU) Astana Gunung yang berada di Kelurahan Cicurug, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi sudah tidak dapat menampung jenazah untuk dimakamkan.
Juru kunci TPU Astana Gunung, Udin Syamsudin (70 tahun), mengatakan TPU tersebut sudah penuh sejak tahun 2017. Meski begitu, pengelola TPU terpaksa mensiasati pemakaman dengan cara lain.
“Kalaupun ada yang mau dimakamkanm itu biasanya ditumpuk dengan makam yang sudah lama. Tapi sesuai izin dari pihak keluarga,” ucap Udin kepada jurnalsukabumi.com, senin (25/10/2021).
Udin menambahkan, hingga saat ini belum ada solusi lain untuk menanggulangi keterbatasan lahan TPU Astana Gunung. TPU tersebut merupakan tanah wakaf dengan luas sekira 1,5 hektare.
Di sisi lain, Udin, sudah bertugas sebagai juru kunci TPU Astana Gunung selama 20 tahun. Penuhnya lahan membuat pemasukan untuk pemeliharaan TPU pun tidak ada.
“Jadi sudah tidak pernah ada lagi jenazah yang dimakamkan di sini, sedangkan biaya perawatan harus tetap berjalan. Sejauh ini untuk perawatan terkadang merogoh kocek sendiri,” tutur Udin.
Udin pun berharap aparat Pemkab Sukabumi, Kecamatan Cicurugm serta pemerintah desa setempat agar memberi perhatian terhadap pemeliharaan di TPU Astana Gunung.
“Sudah hampir 20 tahun saya menjaga makam ini tapi tidak pernah ada perhatian ke saya dari kelurahan atau kecamatan,” katanya.
“Walaupun sudah tidak ada jenazah yang dimakamkan di sini, saya ingin lurah atau camat datang dan memberikan perhatian buat para pengelola,” pungkasnya.
Reporter: Ardi Yakub | Redaktur: Mohammad Noor












